Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Konser Amal Kumpulkan Rp2,8 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra

Haufan Hasyim  Salengke
13/12/2025 12:44
Konser Amal Kumpulkan Rp2,8 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
Kementerian Agama bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan grup musik Wali menyelenggarakan konser kemanusiaan untuk mengumpulkan donasi yang akan disumbangkan kepada korban bencana alam di Sumatra.(Istimewa)

KEMENTERIAN Agama bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Konser Kemanusiaan Donasi Peduli Sumatra pada Jumat (12/12) sore dan berhasil menghimpun dana Rp2,8 miliar untuk korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta itu diselenggarakan Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama RI dengan dukungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta partisipasi band Wali dan tokoh lintas agama. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk bantuan logistik, pemulihan rumah ibadah, serta layanan pendidikan bagi warga terdampak bencana.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama secara nasional akan memberikan perhatian khusus kepada masyarakat terdampak bencana. Menurut dia, tanpa intervensi yang terarah, dampak bencana berpotensi menghilangkan masa depan anak-anak dan generasi muda di wilayah terdampak.

“Yang penting, kami sudah mendata berapa madrasah yang rusak, rumah ibadah lintas agama, masjid, jumlah korban meninggal, anak yatim, serta mahasiswa asal Sumatra yang kini berada di Pulau Jawa. Mereka yang terdampak penuh akan diprioritaskan untuk beasiswa,” ujar Nasaruddin.

Ia menjelaskan, Kemenag juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan keluarga terdampak mendapat dukungan dasar, mulai dari makan gratis, pembayaran tempat tinggal sementara, hingga fasilitas relokasi bagi mereka yang kehilangan seluruh harta benda. Sementara itu, Kemenag fokus pada pemulihan bangunan fisik keagamaan dan pendidikan yang rusak akibat bencana.

Nasaruddin turut mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto yang turun langsung meninjau wilayah terdampak bencana di Sumatra. Ia menyatakan optimisme bahwa Indonesia mampu menyelesaikan persoalan bencana secara mandiri melalui gotong royong nasional.

Nasaruddin juga meluruskan pemahaman publik mengenai bencana alam. Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu menjelaskan bahwa Al-Quran membedakan antara azab, musibah, dan bala. Ia menegaskan bahwa peristiwa di Sumatra adalah musibah, yang merupakan ujian kesabaran bagi korban, ujian kesiapan berbagi bagi yang tidak terdampak. "Apa yang terjadi di Sumatra adalah musibah, bukan azab," tegasnya.

Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar menyatakan bahwa konser kemanusiaan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kepedulian sosial warga kampus. UIN Jakarta, kata dia, juga telah mengirim relawan mahasiswa ke lokasi bencana untuk membantu penanganan darurat pascabencana. (B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya