Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Merokok dan Pakai Celana Terlalu Ketat Bisa Kurangi Kesuburan Pria

Despian Nurhidayat
11/12/2025 08:54
Merokok dan Pakai Celana Terlalu Ketat Bisa Kurangi Kesuburan Pria
Ilustrasi(Antara)

Kesuburan pria tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik atau kondisi medis tertentu. Ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat menurunkan kualitas dan jumlah sperma. Salah satu kebiasaan yang menjadi pemicu infertilitas pada pria adalah merokok. 

“Saya kasih tahu beberapa kebiasaan yang bisa mengurangi kesuburan seorang pria. Yang pertama adalah merokok,” ujar dokter spesialis urologi Dimas Tri Prasetyo, dalam acara grand opening Elysium Clinic di Jakarta Selatan.

Merokok menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kesuburan pria. Tidak hanya rokok konvensional, tetapi juga vape, e-cigarette, hingga produk heat not burn

“Tiga-tiganya mana yang lebih bagus? Tidak ada yang lebih bagus. Semuanya terhitung merokok,” tegasnya.

Selain merokok, kelebihan berat badan juga menjadi salah satu faktor. Kini kondisi tersebut makin banyak ditemui pada pria usia muda. Pola makan tinggi lemak, gula, dan makanan cepat saji menjadi salah satu penyebab utamanya. 

“Sekarang laki-laki usia muda lebih banyak yang obesitas. Pengaruh makanan junk food sangat banyak,” kata dr. Dimas. 

Obesitas dapat mengganggu keseimbangan hormon, termasuk hormon testosteron yang berperan penting dalam produksi sperma. Selain itu, peningkatan lemak tubuh juga berhubungan dengan penurunan kualitas sperma dan gangguan fungsi reproduksi yang juga bisa memicu disfungsi ereksi

Gaya hidup kurang gerak atau sedentary lifestyle juga turut berkontribusi pada penurunan kesuburan pria. Aktivitas fisik yang minim dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan keseimbangan hormon. 

Menurut Dimas, olahraga yang disarankan minimal dilakukan tiga kali dalam seminggu, dengan durasi sekitar 45 menit per sesi dan intensitas sedang hingga berat. “Joging, berenang, badminton, sepak bola, atau gym untuk latihan beban, itu intensitas sedang ke atas,” jelasnya. 

Adapun dr. Dimas mengingatkan bahwa berjalan santai di depan rumah tidak termasuk olahraga dengan intensitas sedang ke atas. “Kalau jalan santai depan rumah, itu tidak terhitung olahraga, itu aktivitas biasa” tambah Dimas. 

Rutin berolahraga dapat membantu menjaga berat badan ideal, memperbaiki sirkulasi darah, dan mendukung produksi sperma yang lebih sehat. 

Suhu tubuh juga sangat berpengaruh terhadap produksi sperma. Testis atau buah zakar bekerja optimal pada suhu sekitar 2-3 derajat lebih rendah dari suhu tubuh. Maka dari itu, posisi testis secara alami berada di bawah perut. Namun, kebiasaan mandi air panas, sauna, atau steam secara rutin dapat meningkatkan suhu di area testis. 

“Kalau kesuburan pria dinilai dari spermanya, jumlah dan kualitas sperma itu sangat dipengaruhi oleh suhu. Sedangkan seorang laki-laki ini punya hobi mandi air panas, sauna, steam, itu kan meningkatkan panas ke situ,” tambahnya. 

Selain sumber panas dari luar, suhu di area testis juga dapat meningkat akibat pakaian yang dikenakan. Celana yang terlalu ketat atau penggunaan pakaian berlapis-lapis dapat menghambat sirkulasi udara.

“Celana ketat itu meningkatkan panas, dan sirkulasi di daerah situ jadi kurang lancar. Ada juga yang pakai celana dalam, lalu celana pendek, lalu celana panjang. Berlapis-lapis. Itu juga meningkatkan panas,” jelas Dimas. 

Kondisi ini membuat suhu di area testis meningkat, sehingga berpotensi menurunkan kesuburan pria. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya