Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pentingnya Komunikasi Berbasis Etika di Tengah Krisis Kepercayaan Publik

Despian Nurhidayat
09/12/2025 15:26
Pentingnya Komunikasi Berbasis Etika di Tengah Krisis Kepercayaan Publik
President International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Elvera N Makki(IABC)

Di tengah percepatan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah pola komunikasi global dan memperbesar risiko penyebaran deepfake, masa depan komunikasi strategis bertumpu pada kemampuan menjaga kepercayaan publik. Isu ini diangkat Indonesia Conference and Awards 2025 sebagai fokus utama untuk menjawab tantangan etika, integritas, dan kemanusiaan di ruang digital yang semakin rentan manipulasi.

President International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia dan CEO VMCS Communications and Social Impact, Elvera N Makki, menegaskan bahwa kepercayaan adalah mata uang kepemimpinan modern. 

“Teknologi bisa mempercepat pesan, tapi hanya kemanusiaan yang dapat memberi makna. Di era AI, komunikasi tidak cukup akurat—ia harus empatik, etis, dan berpihak pada hak asasi manusia,” ujarnya.

Survei Boston University Communication Research Center (2025) juga memperkuat urgensi tersebut. Empat dari lima orang mendukung regulasi ketat terhadap deepfakes, sementara mayoritas publik menuntut platform media sosial lebih aktif memoderasi misinformasi. Hal ini menunjukkan bahwa isu kepercayaan bukan sekadar wacana, melainkan agenda global yang mendesak.

Wamen Diktisaintek Stella Christie menyoroti meluasnya hoaks dan misinformasi yang kini dipercepat oleh AI. Dalam keynote speech-nya, ia menegaskan bahwa Indonesia menghadapi tantangan besar dalam membangun pemikir digital yang berpusat pada manusia.

“Lebih dari 1.100 pakar dunia menempatkan misinformasi sebagai ancaman paling serius. Penyebaran hoaks berbasis AI meningkat dua kali lipat dalam setahun,” ungkapnya. Prof. Stella memaparkan empat faktor utama mengapa publik percaya hoaks, political partisanship, cognitive reflection, prior knowledge, dan heuristic, serta menggarisbawahi solusi seperti prebunking, accuracy nudge, wisdom of the crowd, dan edukasi jangka panjang.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menekankan bahwa tantangan komunikasi terbesar saat ini bukan hanya fakta, tetapi cara fakta dibingkai. Framing yang didorong algoritma demi engagement berisiko merusak reputasi individu maupun organisasi.

“Saat keinginan meraih kepercayaan tidak diimbangi pemahaman tentang dampak digital, upaya itu sulit tercapai. Kita harus waspada pada derasnya hoaks dan framing,” tegasnya.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyoroti pentingnya komunikasi kesehatan yang berempati. Menurutnya, perubahan pola hidup masyarakat tidak dapat dicapai tanpa pesan yang menyentuh sisi emosional.

“Mengubah statistik menjadi cerita adalah peran esensial komunikator publik,” ujarnya, seraya mengapresiasi IABC atas kontribusinya memperluas literasi kesehatan di ruang digital.

Bank Mandiri menekankan bahwa transformasi digital harus dibangun di atas prinsip kepercayaan, kemanusiaan, dan keberlanjutan. Dengan mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam layanan, bank berupaya memperluas akses keuangan bagi UMKM dan rumah tangga, sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional.

“AI mempercepat dunia, tetapi hanya humanity yang dapat menstabilkannya,” tegas Monica Yoanita Octavia, SVP ESG Bank Mandiri.

Menutup konferensi, Elvera N Makki menegaskan bahwa ketika publik mulai meragukan apa yang mereka lihat dan dengar, komunikator harus berdiri di garis depan menjaga kepercayaan.

“Humanity adalah kompasnya. Kita harus menghubungkan data dengan empati, teknologi dengan etika, dan inovasi dengan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

IABC Indonesia menutup konferensi dengan komitmen untuk menjadi rumah bagi komunikator yang ingin memimpin dengan integritas, empati, dan dampak nyata di tengah kompleksitas dunia digital. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya