Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Presiden Prabowo Beri Nama Bayi Panda: Satrio Wiratama

M Iqbal Al Machmudi
05/12/2025 12:22
Presiden Prabowo Beri Nama Bayi Panda: Satrio Wiratama
Presiden Prabowo Subianto memperlihatkan foto bayi panda Rio kepada Ketua MPR Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Wang Huning, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/12).(MI/Dok Biro Pers Sekretariat Presiden)

KABAR bahagia hadir dari dunia konservasi Indonesia. Seekor bayi panda lahir pada Rabu (27/11), pukul 17.31 WIB. Kelahiran ini menjadi simbol optimisme dan keberhasilan upaya pelestarian satwa langka.

Dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, di usia lima hari, berat tubuh bayi panda itu tercatat 228 gram. 

Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, bayi panda ini diduga berjenis kelamin jantan, meskipun penentuan final masih akan dilakukan beberapa minggu ke depan.

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan nama kepada bayi panda tersebut dengan nama Satrio Wiratama, atau akrab disebut Rio, yang berarti pejuang mulia, berani, dan berbudi luhur. 

Nama tersebut diharapkan mencerminkan semangat bangsa Indonesia dalam menjaga kelestarian alam dan menjaga persahabatan internasional.

Momentum kelahiran bayi panda ini juga mengiringi pertemuan Presiden Prabowo dengan Ketua MPR Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Wang Huning, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/12). Tampak Kepala Negara memperlihatkan foto bayi panda Rio kepada Ketua Wang usai pertemuan tête-á-tête.

Bayi panda Rio merupakan keturunan induk Hu Chun dan pejantan Cai Tao, pasangan panda raksasa yang dihadiahkan oleh Presiden RRT Xi Jinping kepada Indonesia pada 2017 melalui kerja sama konservasi internasional. 

Hingga saat ini, hanya sekitar 20 negara di dunia yang menerima panda melalui mekanisme antarkepala negara, menempatkan Indonesia pada posisi terhormat dalam kolaborasi konservasi global.

Kelahiran bayi panda ini merupakan hasil proses reproduksi alami yang dimulai sejak Agustus 2025. Tim medis melakukan pengawasan ketat melalui pemeriksaan hormon, analisis urin, dan observasi intensif.

Kelahiran Rio diharapkan menjadi momentum memperkokoh kemitraan Indonesia–RRT, serta meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya konservasi satwa langka. Peristiwa ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai agenda strategis pembangunan nasional. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik