Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

12 Bahaya Kurang Aktivitas Fisik

Reynaldi Andrian Pamungkas
04/12/2025 23:30
12 Bahaya Kurang Aktivitas Fisik
Berikut Bahaya Kurang Aktivitas Fisik(Freepik)

AKTIVITAS fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dilakukan oleh otot-otot secara sadar atau tidak sadar yang menghabiskan energi.

Aktivitas ini bisa ringan, sedang, atau berat, dan mencakup semua gerakan sehari-hari maupun olahraga terstruktur.

Berikut 12 Bahaya Kurang Aktivitas Fisik

1. Obesitas

Kurangnya gerak membuat kalori tidak terbakar, sehingga risiko penumpukan lemak dan obesitas meningkat.

2. Penyakit Jantung

Aktivitas fisik membantu sirkulasi darah dan menjaga tekanan darahn kurang bergerak meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Tekanan Darah Tinggi

Kurangnya olahraga membuat pembuluh darah kurang elastis dan tekanan darah cenderung naik.

4. Diabetes Tipe 2

Gerakan rutin membantu tubuh mengatur gula darahn kurang aktivitas meningkatkan risiko resistensi insulin.

5. Lemahnya Otot dan Tulang

Otot dan tulang membutuhkan stimulasi dari aktivitas fisik agar tetap kuat. Kurang gerak bisa menyebabkan osteoporosis dan kelemahan otot.

6. Penurunan Keseimbangan dan Koordinasi

Kurang aktivitas menyebabkan otot stabilisator melemah sehingga risiko jatuh atau cedera meningkat, terutama pada lansia.

7. Masalah Peredaran Darah

Kurang gerak dapat menyebabkan sirkulasi darah lambat, pembengkakan, atau bahkan pembekuan darah.

8. Gangguan Mental dan Stres

Olahraga membantu otak melepaskan endorfin. Kurang aktivitas fisik bisa meningkatkan stres, kecemasan, dan depresi.

9. Penurunan Daya Tahan Tubuh

Tubuh yang jarang bergerak lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

10. Gangguan Pencernaan

Kurangnya aktivitas memengaruhi metabolisme dan pergerakan usus, sehingga risiko sembelit meningkat.

11. Penurunan Kualitas Tidur

Kurang gerak dapat menyebabkan tidur tidak nyenyak atau susah tidur.

12. Risiko Kematian Dini

Penelitian menunjukkan orang yang jarang bergerak memiliki risiko kematian dini lebih tinggi dibanding yang rutin berolahraga.

Dengan aktivitas fisik, maka bisa meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, menguatkan otot dan tulang, membantu mengontrol berat badan, meningkatkan kesehatan mental dan mood, serta mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas. (Z-4)

Sumber: alodokter, prudential



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya