Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kesadaran akan Bahaya Sunat Perempuan di Indonesia Mulai Meningkat

M Iqbal Al Machmudi
04/12/2025 20:24
Kesadaran akan Bahaya Sunat Perempuan di Indonesia Mulai Meningkat
Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemenpppa, Desy Andriani.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengungkapkan berdasarkan hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 diketahui gambaran yang sangat penting mengenai praktik sunat perempuan di Indonesia. 

"Kesadaran masyarakat terhadap isu ini meningkat terlihat dari temuan bahwa 70,3 persen perempuan pada tahun 2024 pernah mendengar istilah sunat perempuan, naik dari 69,1 persen pada tahun 2021," kata Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemenpppa, Desy Andriani dalam peluncuran hasil SPHPN 2024 di Jakarta, Kamis (4/12). 

Peningkatan kesadaran ini penting karena menjadi pintu masuk untuk edukasi yang lebih kuat terkait dampak dan risiko sunat perempuan. Namun perlu diingat bahwa peningkatan kesadaran tidak berarti praktiknya hilang.

Prevalensi yang mengalami sunat perempuan masih sangat tinggi meskipun terjadi penurunan dari 50,5 persen pada tahun 2021 menjadi 46,3 persen pada tahun 2024. 

Artinya hampir separuh perempuan Indonesia pernah mengalami praktik ini yang menurut standar kesehatan global termasuk praktik yang risiko dan berbahaya. 

"Ketika kita melihat lebih dalam temuan yang paling memprihatikan adalah bahwa 41,4 persen perempuan mengalami sunat perempuan sesuai kriteria WHO yaitu praktik yang menyebabkan luka bentuk yang paling umum adalah klitoris digores ditoreh atau ditusuk hingga terjadi luka dengan akar mencapai 21,1 persen," ujar dia. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya