Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BUAH delima adalah buah dari tanaman Punica granatum, yang dikenal dengan warna merah cerah dan biji-biji kecil di dalamnya yang disebut aril.
Setiap aril berisi sari buah yang manis asam dan kaya akan nutrisi. Delima memiliki kandungan gizi vitamin C, vitamin K, serat, antioksidan, dan kalium
Buah delima mengandung punicalagin dan punicic acid yang sangat kuat dalam melawan radikal bebas, sehingga membantu mencegah kerusakan sel.
Ekstrak delima terbukti membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, cocok untuk penderita hipertensi.
Kandungan antioksidan delima membantu mengurangi plak di pembuluh darah, menurunkan kolesterol jahat, dan meningkatkan kolesterol baik.
Delima tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis, bahkan beberapa studi menunjukkan dapat meningkatkan sensitivitas insulin.
Kaya vitamin C dan antioksidan lain yang mendukung kinerja sistem imun, sehingga tubuh lebih kuat melawan infeksi.
Delima memiliki sifat anti inflamasi yang mampu mengurangi peradangan kronis, termasuk pada kondisi radang sendi.
Antioksidan dan vitamin C dalam delima membantu mencegah penuaan dini, meningkatkan produksi kolagen, dan menjaga kulit tetap cerah.
Serat yang tinggi di dalamnya membantu mencegah sembelit dan menjaga kesehatan usus.
Beberapa penelitian menunjukkan delima membantu melindungi sel otak dari stres oksidatif, serta meningkatkan daya ingat.
Pada pria, delima membantu meningkatkan kualitas sperma dan kadar testosteron. Pada wanita, delima membantu menyeimbangkan hormon.
Ekstrak delima menunjukkan potensi menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker, seperti kanker prostat dan kanker payudara.
Buah delima adalah buah tropis subtropis yang berasal dari kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan. Buah ini memiliki kulit keras dan berwarna merah, sedangkan bagian dalamnya berisi ratusan biji yang dibungkus oleh daging buah bening ke merah yang mengandung banyak air. (Z-4)
Sumber: Alodokter, Primaya Hospital
Buah ini berasal dari wilayah Timur Tengah dan Asia Selatan, namun kini dibudidayakan di berbagai negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.
Buah delima dikenal kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Buah delima dapat dimakan langsung, dengan memakan bijinya, atau diolah menjadi jus. Arilnya sering digunakan sebagai hiasan atau bahan dalam salad, saus, dan makanan penutup.
Buah ini berasal dari wilayah Timur Tengah dan Asia Selatan, namun kini dibudidayakan di berbagai negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.
Buah ini dikenal karena bentuknya yang bulat, kulitnya yang tebal berwarna merah atau kemerahan, dan bijinya yang banyak serta berair dengan rasa manis asam.
Penelitian menunjukkan mengonsumsi setidaknya 200 mililiter jus delima setiap hari selama tiga bulan mengurangi gejala iskemia akibat penyempitan pembuluh darah di jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved