Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup (KLH) mulai menelusuri dugaan keterlibatan delapan perusahaan yang beroperasi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Sumatra Utara, setelah banjir besar menyeret gelondongan kayu ke permukiman warga. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pemanggilan para pelaku usaha tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat sebagai bagian dari proses klarifikasi dan pengusutan penyebab banjir.
Hanif mengungkapkan, kementeriannya telah mengidentifikasi sejumlah aktivitas yang patut dicermati di sepanjang kawasan Batang Toru. Melalui analisis citra satelit pascakejadian, tim menemukan keberadaan delapan entitas usaha dari berbagai sektor, mulai dari perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri, hingga pertambangan emas.
“Saya mencatat ada delapan entitas di sana, mulai dari pengusaha hutan tanaman industri, perusahaan tambang emas, kemudian perkebunan sawit. Ada delapan berdasarkan analisa citra statistik kami, berkontribusi memperparah hujan ini,“ kata Hanif.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Batang Toru turut membuat kawasan tersebut rawan bencana. DAS Batang Toru mengalir di antara lereng-lereng curam yang memisahkan Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah. Aktivitas pembukaan lahan maupun operasi industri di zona curam itu dinilai memperbesar risiko longsor dan banjir bandang ketika curah hujan meningkat.
“Ini sedang kita kaji untuk Sumatera Utara, kemudian Aceh dan Sumatera Barat. Yang terbanyak korbannya adalah Sumatera Utara di DAS Batang Toru. Nah Batang Toru ini memang DAS-nya lalu ya, jadi kotanya Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah ini ada di sisi lereng lembahnya, kemudian dia curam gini, sehingga sementara di curamnya itu ada aktivitas,” ujarnya.
Temuan awal itu membuat KLH mempercepat proses pemeriksaan. Hanif menuturkan telah meminta unit teknis di lapangan untuk segera mengambil langkah mitigasi dan pendalaman lebih detail terhadap seluruh aktivitas usaha yang berada di jalur rawan tersebut.
“Jadi kami sedang mendalami dan saya sudah minta di Bukit Agam untuk melakukan langkah-langkah cepat,” katanya.
Pemerintah menegaskan evaluasi terhadap kegiatan usaha di kawasan Batang Toru tidak hanya ditujukan untuk mengetahui penyebab banjir, tetapi juga untuk memastikan perbaikan tata kelola DAS di masa mendatang.
Hanif menyebut kajian serupa juga tengah dilakukan di Aceh dan Sumatra Barat seiring meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut. (H-2)
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
Kementerian Kehutanan mengintensifkan upaya tersebut untuk mendukung pemulihan lingkungan sekaligus pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) mengoptimalkan pemanfaatan kayu gelondongan yang hanyut saat bencana banjir bandang di Sumatra.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) melanjutkan upaya penanganan kayu gelondongan sisa bencana Sumatra, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
KEMENTERIAN Kehutanan mengoptimalkan pemanfaatan kayu gelondongan yang hanyut saat banjir di Sumatra, tepatnya di Aceh Utara, Aceh, dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pemanfaatan kayu sisa banjir dilakukan setelah melalui proses pengumpulan dan pengukuran oleh tim BPHL.
Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pemanfaatan kayu sisa banjir dilakukan setelah melalui proses pengumpulan dan pengukuran oleh tim BPHL.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan bahwa kayu-kayu besar yang terbawa banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah sesuai dengan peruntukannya,
Di Sumatra Utara, Kemenhut berpartisipasi aktif mendukung pembersihan kayu dan material limbah bencana yang dikoordinasikan oleh Satuan Tugas Pemerintah Daerah.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, dari hasil pendalaman sementara terdapat sejumlah kasus yang sudah dan masih diproses.
Kemenhut bersama Bareskrim Polri memaparkan temuan awal hasil identifikasi forensik terhadap kayu gelondongan yang terbawa banjir bandang
Kasus ini, kata Irhamni, naik penyidikan usai ditemukannya dua alat bukti, antara lain adanya alat berat di TKP dan kayu-kayu yang ditemukan di hulu sungai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved