Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIBAH bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk banjir, gempa bumi, dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), telah menimbulkan duka mendalam dan kerusakan parah. Menyikapi situasi ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menyampaikan rasa empati dan belasungkawa terdalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak dan keluarga korban jiwa.
"Atas nama pribadi dan keluarga besar Komisi VIII DPR RI, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para keluarga korban yang telah kehilangan orang yang mereka cintai. Kita semua turut berduka. Di saat seperti ini, solidaritas dan gotong royong menjadi kekuatan utama kita untuk bangkit dan meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Singgih dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Minggu (30/11).
Lebih lanjut, Singgih melihat adanya peluang strategis untuk memaksimalkan sumber daya yang sudah ada di lapangan. Ia mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan keberadaan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berjalan.
“Dalam situasi darurat, pemenuhan nutrisi dan makanan siap santap bagi pengungsi adalah hal yang krusial. Saya melihat Dapur SPPG yang sudah terbentuk dalam program MBG memiliki infrastruktur dan kapasitas yang dapat dialihfungsikan secara cepat menjadi posko logistik dan dapur umum darurat,” jelasnya.
Singgih secara positif menyoroti potensi besar dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG yang merupakan bagian dari program MBG. Dapur-dapur yang sudah tersedia di daerah bencana, seperti yang telah dilaporkan terjadi di Padang, Sumatra Barat, dapat segera dialihfungsikan sementara menjadi Posko Bantuan Makanan Tanggap Darurat Bencana.
"Program MBG hadir dengan infrastruktur dapur yang sudah terstandarisasi, memiliki rantai pasok bahan pangan, dan sumber daya manusia yang terlatih. Ini adalah aset nasional yang harus kita optimalkan. Pada masa damai, dapur ini menyajikan makanan bergizi, dan di masa bencana, dapur ini dapat menjadi jantung logistik makanan untuk korban terdampak," tegasnya.
Maka dari itu, dirinya mendorong percepatan alihfungsi SPPG MBG menjadi posko tanggap bencana, maka perlu Kementerian Sosia dan BNPB untuk segera mengeluarkan instruksi resmi agar Dapur SPPG di wilayah terdampak secara otomatis beralih fungsi menjadi posko logistik makanan darurat, di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Singgih juga menyarankan perlunya penguatan Kapasitas SDM SPPG yaitu dengan memanfaatkan para juru masak dan pengelola Dapur SPPG yang telah ada untuk dibekali dengan pelatihan penanganan logistik bencana, sehingga kesiapsiagaan mereka semakin terintegrasi.
"Inovasi pemanfaatan Dapur SPPG ini menunjukkan bahwa program pemerintah dapat beradaptasi dan menjadi solusi di tengah krisis. Ini adalah wujud gotong royong dan negara hadir secara nyata di saat masyarakat sedang kesulitan. Mari kita satukan tekad dan energi untuk bangkit dan pulih lebih cepat," tutur Singgih.
Berdasarkan data terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat (28/11) sore, bencana di wilayah Sumatra telah menelan total 174 korban jiwa dan 79 orang masih dinyatakan hilang. Secara rinci, Aceh menjadi wilayah dengan korban terbanyak (116 meninggal, 42 hilang), diikuti Sumut (35 meninggal, 25 hilang), dan Sumbar (23 tewas, 12 hilang). Selain itu, ribuan keluarga/jiwa dilaporkan terdampak dan harus mengungsi, seperti di Aceh sebanyak 33.817 KK/119.988 jiwa. (H-2)
Insyafnya para penjudi on line karena sibuk bekerja di dapur MBG dibenarkan oleh Kepala Desa Sidorejo, Ana Setyawati.
Dari sudut pandang pemerataan pembangunan, SPPG jadi simbol kehadiran negara di wilayah yang selama ini minim fasilitas pangan terstandar.
Kepala SPPG harus terlibat dan bertanggung jawab penuh dalam mengatur jam kerja timnya, baik dirinya sendiri, Akuntan, Ahli Gizi, maupun para relawan.
Nanik memastikan bahwa pemerintah, dalam hal ini BGN, akan tetap menerapkan prinsip keadilan kepada seluruh SPPG.
SPPP di Aceh mengusulkan penggantian menu yang selama ini mereka olah, dengan umbi-umbian, kacang-kacangan, tahu tempe dan juga ikan yang dibudidayakan di kolam-kolam warga.
Dukungan lintas sektor juga penting untuk mempercepat pembangunan sarana, memperkuat distribusi bahan pangan, serta menjamin keberlanjutan dapur MBG.
PW ISNU Aceh bersama civitas akademika IAIN Langsa mendirikan Posko Tanggap Bencana dan Dapur Umum Darurat untuk mahasiswa serta masyarakat sekitar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved