Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sistem Ex-Siklon Tropis Senyar mengalami pelemahan setelah memasuki daratan Malaysia, Jumat (28/11) pukul 06.00 WIB.
"Saat ini, pusatnya berada di daratan Selangor dengan pergerakan ke arah timur–timur laut,” ujar Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani dalam keterangan resmi, Jumat (28/11).
Meski intensitasnya melemah, BMKG mencatat adanya potensi perubahan kecepatan angin.
“Dalam 24 jam terakhir, kecepatan angin maksimum cenderung menurun, namun ada potensi naik perlahan ketika sistem bergerak di perairan Laut Cina Selatan. Potensi Ex-Siklon Senyar tumbuh kembali menjadi siklon tropis masih berada dalam kategori rendah,” katanya.
BMKG memproyeksikan dampak cuaca dari sistem tersebut masih signifikan untuk wilayah Indonesia bagian barat.
“Hingga Sabtu, 29 November 2025 pukul 07.00 WIB, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di Aceh dan Sumatera Utara, hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, serta potensi angin kencang di seluruh wilayah tersebut,” kata Andri. (Z-1)
Untuk esok hari, Kamis (8/5), kondisi cuaca di Kepulauan Riau secara umum diprakirakan berawan
ANGIN kencang akan kembali membawa kondisi kebakaran yang sangat berbahaya ke California Selatan pada awal pekan ini. Demikian peringatan dari National Weather Service (NWS), Senin (13/1).
Kebakaran hutan yang melanda Los Angeles telah menewaskan sedikitnya 24 orang, dengan api yang semakin meluas akibat angin Santa Ana yang kencang.
BMKG memperkirakan cuaca di beberapa wilayah Indonesia pada 28 Oktober 2024 akan dipengaruhi siklon tropis yang mengakibatkan peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi.
BMKG memprakirakan cuaca pada Kamis, 17 Oktober 2024. Berdasarkan keterangannya, 22 kota di Indonesia akan mengalami hujan
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Berdasarkan data terbaru BMKG, status Siaga ini mencakup wilayah NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Desa Sangiang 1 KK terdampak serta 1 unit rumah rusak berat dengan total kerugian diperkirakan Rp20 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved