Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Tingkatkan Literasi Bencana dengan Pendekatan Integrasi Psikologi dan Sains Kebencanaan Teknis

Indrastuti
25/11/2025 07:24
Tingkatkan Literasi Bencana dengan Pendekatan Integrasi Psikologi dan Sains Kebencanaan Teknis
Ilustrasi(ANTARA/Bayu Pratama Syahputra)

DISASTER Network merupakan sebuah jejaring yang berkomitmen untuk memperkuat ketangguhan komunitas dalam menghadapi bencana melalui pendekatan multidisiplin.

Jejaring ini diprakarsai Dr. Listyo Yuwanto, Psikolog, FISQua, FRSPH adalah seorang akademisi-praktisi Psikologi Bencana yang mengintegrasikan ilmu psikologi dengan disaster remote sensing, meteorologi, hidrometeorologi, astronomi, geologi, vulkanologi, disaster forensic, serta literasi digital untuk pengurangan risiko bencana. 

Sebagai akademisi, Dr. Listyo mengembangkan berbagai media pembelajaran berbasis teknologi, seperti aplikasi Augmented Reality Volcano dan 3D Earthquake Viewer. 

"Pendekatan forensik bencana, analisis perilaku pada cuaca ekstrem, serta kajian psikologi iklim belum banyak dikenal luas oleh masyarakat," kata dia. 

Terkait hal itu, ia menciptakan inovasi Lattice Inspection Solution, yakni aplikasi asesmen psikologis cepat untuk penyintas, serta Luminous Ion Sense aplikasi pendeteksi stres berbasis biosignal. Ia juga memperkenalkan terapi berbasis diorama yang telah dibukukan dalam tiga karya, termasuk Psikologi Diorama: Enactive Mind yang memenangkan kompetisi Literasi Bagi Negeri. 

Selain konseptor, ia adalah praktisi lapangan yang terlibat dalam Psychological First Aid, Skills for Psychological Recovery, dan Mental Health Treatment bagi penyintas berbagai bencana di Indonesia. 

Menurut Listyo, kesejahteraan penyintas bencana menjadi hal yang perlu lebih diperhatikan, terutama dari sisi psikologis. "Pembuatan komik Punakawan, misalnya, dapat menjadi media untuk menenangkan anak-anak pengungsi di kawasan Gunung Merapi," kata dia. 

Tak hanya itu,program home visit disaster prone area untuk komunitas rentan seperti lansia, anak-anak, perempuan dan individu berkebutuhan khusus dan forest therapy juga menjadi bagian dari penanganan masyarakat yang terdampak bencana. 

Ia menggagas program kreatif Retoycle, mendaur ulang mainan sebagai media terapi bagi anak terdampak bencana serta buku-buku Self-Journaling yang jumlahnya telah melebihi 20 judul. 

Jejaring sosialnya dengan Pusat Rehabilitasi YAKKUM, YEU, Radio Komunitas Lintas Merapi, relawan Pasag Merapi, dan Harsa Amerta Tabanan memperkuat pendekatan berbasis komunitas yang ia bangun. Keterlibatannya di organisasi internasional seperti International Society for Quality in Health Care dan Royal Society for Public Health memperkaya integrasi kesehatan mental, kemanusiaan, dan kualitas layanan.

Inovasi lainnya Cosmic Grounding Therapy memadukan psikologi dengan data posisi matahari untuk membantu individu yang mengalami trauma akibat cuaca ekstrem atau perubahan musim. Dr. Listyo juga menulis buku multidisipliner kebencanaan teknis, seperti Penginderaan Jauh & Sistem Informasi Geografis Gempa Bumi Earthquake 3D, Monitoring Siklon Tropis, Siklon Seroja Menit Demi Menit, Disaster Forensic, Indonesia The Ring of Fire, Seismic History, Gempa Lombok dari Catatan Psikologi, Astronomi, dan Geologi, serta Early Warning System Pendekatan Hidrometeorologi-Psikologi membuatnya makin dikenal karena dedikasinya menyatukan berbagai disiplin sains untuk memahami risiko bencana secara komprehensif. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya