Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DISASTER Network merupakan sebuah jejaring yang berkomitmen untuk memperkuat ketangguhan komunitas dalam menghadapi bencana melalui pendekatan multidisiplin.
Jejaring ini diprakarsai Dr. Listyo Yuwanto, Psikolog, FISQua, FRSPH adalah seorang akademisi-praktisi Psikologi Bencana yang mengintegrasikan ilmu psikologi dengan disaster remote sensing, meteorologi, hidrometeorologi, astronomi, geologi, vulkanologi, disaster forensic, serta literasi digital untuk pengurangan risiko bencana.
Sebagai akademisi, Dr. Listyo mengembangkan berbagai media pembelajaran berbasis teknologi, seperti aplikasi Augmented Reality Volcano dan 3D Earthquake Viewer.
"Pendekatan forensik bencana, analisis perilaku pada cuaca ekstrem, serta kajian psikologi iklim belum banyak dikenal luas oleh masyarakat," kata dia.
Terkait hal itu, ia menciptakan inovasi Lattice Inspection Solution, yakni aplikasi asesmen psikologis cepat untuk penyintas, serta Luminous Ion Sense aplikasi pendeteksi stres berbasis biosignal. Ia juga memperkenalkan terapi berbasis diorama yang telah dibukukan dalam tiga karya, termasuk Psikologi Diorama: Enactive Mind yang memenangkan kompetisi Literasi Bagi Negeri.
Selain konseptor, ia adalah praktisi lapangan yang terlibat dalam Psychological First Aid, Skills for Psychological Recovery, dan Mental Health Treatment bagi penyintas berbagai bencana di Indonesia.
Menurut Listyo, kesejahteraan penyintas bencana menjadi hal yang perlu lebih diperhatikan, terutama dari sisi psikologis. "Pembuatan komik Punakawan, misalnya, dapat menjadi media untuk menenangkan anak-anak pengungsi di kawasan Gunung Merapi," kata dia.
Tak hanya itu,program home visit disaster prone area untuk komunitas rentan seperti lansia, anak-anak, perempuan dan individu berkebutuhan khusus dan forest therapy juga menjadi bagian dari penanganan masyarakat yang terdampak bencana.
Ia menggagas program kreatif Retoycle, mendaur ulang mainan sebagai media terapi bagi anak terdampak bencana serta buku-buku Self-Journaling yang jumlahnya telah melebihi 20 judul.
Jejaring sosialnya dengan Pusat Rehabilitasi YAKKUM, YEU, Radio Komunitas Lintas Merapi, relawan Pasag Merapi, dan Harsa Amerta Tabanan memperkuat pendekatan berbasis komunitas yang ia bangun. Keterlibatannya di organisasi internasional seperti International Society for Quality in Health Care dan Royal Society for Public Health memperkaya integrasi kesehatan mental, kemanusiaan, dan kualitas layanan.
Inovasi lainnya Cosmic Grounding Therapy memadukan psikologi dengan data posisi matahari untuk membantu individu yang mengalami trauma akibat cuaca ekstrem atau perubahan musim. Dr. Listyo juga menulis buku multidisipliner kebencanaan teknis, seperti Penginderaan Jauh & Sistem Informasi Geografis Gempa Bumi Earthquake 3D, Monitoring Siklon Tropis, Siklon Seroja Menit Demi Menit, Disaster Forensic, Indonesia The Ring of Fire, Seismic History, Gempa Lombok dari Catatan Psikologi, Astronomi, dan Geologi, serta Early Warning System Pendekatan Hidrometeorologi-Psikologi membuatnya makin dikenal karena dedikasinya menyatukan berbagai disiplin sains untuk memahami risiko bencana secara komprehensif. (H-2)
Psikolog klinis Anna Aulia mengungkap mengapa warga desa lebih cepat bangkit pascabencana banjir dibanding warga kota. Simak analisis daya tahan psikologisnya.
Penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang pindah dari tenda ke hunian sementara (huntara) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Desa Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang.
Ibas mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap agar pengungsi tidak terlalu lama berada di tenda darurat.
Human Initiative memaparkan arah dan rencana pemulihan Sumatra. Pihaknya menyusun rencana itu berdasarkan kebutuhan masyarakat dan pendekatan kawasan.
Momentum penyerahan bantuan saat ini dinilai tepat karena telah memasuki tahap pemulihan, khususnya pembangunan hunian sementara dan hunian tetap korban bencana.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved