Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sharjah, Uni Emirat Arab, melaporkan bahwa ekstrak bawang putih berpotensi dimanfaatkan sebagai obat kumur alami untuk membantu mencegah pertumbuhan kuman penyebab bau mulut (halitosis).
Formulasi obat kumur berbahan ekstrak bawang putih menunjukkan performa antimikroba yang mirip dengan klorheksidin (CHX)—antiseptik yang banyak dipakai dalam produk kumur—terutama saat digunakan dalam konsentrasi lebih tinggi.
“Bawang putih (Allium sativum) telah dikenal karena khasiat obatnya selama berabad-abad, dengan khasiat antimikrobanya menjadi subjek yang menarik dalam penelitian terkini," tulis kata peneliti, seperti dilansir dari New York Post, Rabu (19/11).
Riset-riset sebelumnya mengonfirmasi bahwa ekstrak bawang putih memiliki efek antimikroba terhadap berbagai bakteri, jamur, serta virus.
Dalam studi ini, penggunaan obat kumur bawang putih 3% selama tujuh hari terbukti menurunkan jumlah bakteri dalam air liur secara signifikan, bahkan lebih besar dibandingkan obat kumur klorheksidin 0,2%.
Bahan alami ini diteliti karena diharapkan dapat mengurangi efek samping yang sering muncul akibat penggunaan CHX, seperti perubahan sensasi pengecapan, mati rasa pada mulut, rasa terbakar, hingga perubahan warna pada gigi dan lidah.
Penggunaan antiseptik kimia yang berlebihan juga dapat memicu resistensi antimikroba, sehingga rongga mulut menjadi lebih rentan terhadap bakteri, virus, jamur, dan parasit penyebab infeksi serta bau mulut.
Peneliti menyebut bahwa kemampuan antimikroba bawang putih berkaitan dengan keberadaan senyawa seperti alisin yang muncul ketika bawang putih dihancurkan.
Akan tetapi, opsi alami ini juga memiliki kekurangan. Meta-analisis menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan “sensasi terbakar” dan “rasa tidak enak”.
Selain itu, para ahli menemukan bahwa bawang putih tidak seefektif CHX terhadap beberapa patogen tertentu, misalnya bakteri Porphyromonas gingivalis.
Meski demikian, tim peneliti menegaskan bahwa ekstrak bawang putih tetap merupakan agen antimikroba kuat yang mampu melawan bakteri yang kebal terhadap banyak jenis obat. Penggunaan obat kumur berbahan bawang putih terbukti memberikan penurunan signifikan pada jumlah bakteri secara klinis.
Secara keseluruhan, obat kumur dengan ekstrak bawang putih dinilai dapat menjadi alternatif CHX dalam situasi tertentu, terutama jika digunakan dalam kadar yang lebih tinggi. (H-3)
SEJUMLAH orang menggunakan obat kumur untuk membersihkan rongga mulut hingga menyegarkan napas. Di samping itu, ternyata obat kumur bisa berbahaya bagi kesehatan.
Sikat gigi sebaiknya dilakukan maksimal dua kali dalam sehari yakni ketika pagi hari setelah sarapan dan malam hari menjelang waktu tidur.
Obat kumur hadir dengan berbagai kandungan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik penggunanya.
Gingivitis dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang lebih serius yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada gigi dan tulang rahang.
Berbeda dari sikat gigi, mouthwash mampu menjangkau seluruh area mulut hingga ke sela-sela gigi. Hal itu membuat mouthwash menyempurnakan kebersihan mulut.
Bau mulut merupakan masalah kesehatan mulut yang umum dan bisa diatasi jika penyebabnya diketahui.
Bau mulut merupakan masalah kesehatan mulut yang umum terjadi dan bisa diatasi dengan perawatan yang tepat.
Kurang menjaga kebersihan mulut bisa menjadi salah satu faktornya, karena sisa makanan dan plak menumpuk menjadi bakteri penyebab bau.
Dalam istilah medis, bau mulut disebut halitosis. Masalah ini bisa bersifat sementara misalnya setelah makan bawang atau minum kopi atau kronis jika disebabkan oleh penyakit tertentu.
Bau mulut tetap muncul meski rajin sikat gigi? Cari tahu penyebab halitosis menurut dokter gigi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved