Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis obstetri dan ginekologi lulusan Universitas Indonesia dr. Amarylis Febrina Choirin Nisa Fathoni, Sp.OG, IBCLC menjelaskan efek samping yang dapat terjadi pada tubuh perempuan jika mengalami rahim copot.
"(Pasien) enggak bisa punya anak lagi. Kalaupun (rahim) disambung itu agak tricky, karena pembuluh darahnya pasti akan ada yang terlepas dan yang lain sebagainya," kata Nisa, dikutip Kamis (20/11).
Menanggapi temuan kasus yang saat ini santer dibicarakan masyarakat, Nisa menyampaikan bahwa rahim yang telah lepas menyebabkan perempuan tidak mampu memiliki anak lagi karena tidak ada tempat bagi sperma dan telur melakukan pembuahan.
Sementara pembuahan baru akan berhasil apabila embrio berkembang dalam tuba falopi.
"Jadi kan kalau embrio kan dia terjadinya pembuahan di tuba, ketemu sama sperma dan sel telur, jadilah embrio. Embrio akan jalan ke rahim. Kalau rahimnya enggak ada terus jalan ke mana?" ujarnya.
Wanita yang mengalami kejadian itu juga akan sulit untuk kembali mengalami menstruasi setiap bulan.
Meski demikian, Nisa mengatakan bahwa ovarium yang tersisa masih menjalankan fungsi hormonal sebagaimana semestinya.
"Sebenarnya tubuh kita masih ovulasi dan (merasa seperti) menstruasi, cuma ya darahnya enggak keluar karena keluarnya darah itu dari lapisan endometrium yang meluruh, kalau rahimnya tidak ada, endometrium sudah enggak ada," kata dokter yang punya sertifikasi sebagai Konsultan Laktasi Internasional (IBCLC) itu.
Ia melanjutkan bahwa rahim wanita disokong oleh sejumlah struktur kuat seperti ligamentum dan jaringan penopang lain.
Namun, dalam kasus tertentu adanya penanganan dalam persalinan yang tidak tepat seperti terlalu cepat menarik plasenta atau hal-hal yang tidak sesuai prosedur dapat menyebabkan pasien mengalami inversio uteri.
Dalam kesempatan itu, Nisa turut menyampaikan rasa simpati pada pasien maupun dokter yang mengalami kasus tersebut.
Menurutnya, semua dokter kandungan selalu mendoakan pasien agar dapat melewati masa persalinan dengan tenang dan nyaman tanpa harus bertemu dengan berbagai faktor risiko yang membahayakan nyawa sang ibu maupun janin dalam kandungan.
Walaupun tidak akan menutup kemungkinan dalam dunia kedokteran akan ditemukan kasus-kasus baru yang perlu dipelajari dengan lebih cermat lagi. Ia bersyukur bahwa pasien terkait dapat tertolong dan berangsur pulih.
Nisa juga mengingatkan bagi seluruh masyarakat untuk mencari tenaga medis yang kompeten dalam memberikan penanganan pada ibu hamil, dan rutin melakukan kontrol ke dokter untuk menghindari risiko seperti kasus itu.
Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan adanya temuan kasus rahim copot yang dibagikan oleh pemengaruh (influencer) dr. Gia Pratama di media sosial.
Hal tersebut sontak menjadi kontroversi dan mendapat banyak tanggapan dari berbagai pihak dalam dunia kedokteran. Kasus itu dinilai mengerikan dan perlu pendalaman lebih lanjut agar tidak menimbulkan hoaks pada publik. (Ant/Z-1)
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
SEKRETARIAT Wakil Presiden (Setwapres) mendorong adanya standarisasi indikator "naik kelas" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang dikelola oleh perempuan.
Koleksi ini menampilkan deretan drama Korea populer yang menempatkan perempuan sebagai pusat narasi, mulai dari perjuangan karier, penyembuhan luka batin, hingga dinamika romansa.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya memperluas partisipasi perempuan di bidang STEM sebagai strategi meningkatkan inovasi, daya saing, dan pembangunan SDM Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved