Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Lima dekade setelah misi Apollo menapakkan kaki di permukaan Bulan, teka-teki terbesar tentang struktur internal satelit alami Bumi itu akhirnya berhasil dipecahkan. Para ilmuwan kini mengonfirmasi keberadaan inti dalam Bulan yang padat. Itu menjadi penemuan penting yang menjawab perdebatan panjang di kalangan ahli geologi planet.
Melalui analisis menyeluruh terhadap data seismik dari gempa Bulan dan informasi gravitasi, para peneliti berhasil memetakan susunan interior Bulan dengan tingkat kepastian yang belum pernah dicapai sebelumnya. Hasilnya menunjukkan bahwa Bulan memiliki inti dalam padat (solid inner core) yang tersusun dari besi dan nikel, mirip dengan komposisi inti Bumi.
Struktur internal lengkap Bulan terdiri dari lapisan mantel, inti luar cair, dan inti dalam padat. Temuan ini mematahkan berbagai hipotesis yang selama puluhan tahun hanya didukung oleh model teoretis tanpa bukti kuat.
Penemuan penting ini bukan berasal dari sampel baru, melainkan hasil pemodelan ulang data gelombang seismik yang direkam selama misi Apollo melalui moonquakes. Cara gelombang tersebut merambat dan dibelokkan saat melewati material di dalam Bulan menjadi kunci untuk memahami komposisinya. Dengan teknik pemodelan modern, peneliti mampu menggambarkan struktur internal Bulan secara lebih presisi.
Konfirmasi keberadaan inti padat ini memberikan wawasan baru mengenai proses pembentukan dan pendinginan Bulan sejak miliaran tahun lalu. Temuan tersebut juga memperjelas hubungan antara struktur internal dan sejarah medan magnet Bulan, yang dahulu kuat namun kini hampir tidak ada.
Dengan demikian, misteri besar dalam studi tata surya akhirnya terjawab, sekaligus membuka perspektif baru untuk memahami evolusi planet berbatu lainnya. (sciencealert/Ant)
Ada delapan planet yang mengelilingi Matahari. Dari delapan planet tersebut, hanya dua planet yang tidak memiliki satelit alami atau bulan, yaitu Merkurius dan Venus.
Satelit merupakan objek yang mengorbit planet dan terbagi menjadi dua jenis yaitu, satelit alami dan satelit buatan.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Selain memengaruhi medan magnet, struktur panas bawah tanah ini mungkin berdampak pada tata letak benua-benua di planet in
Fenomena Bulan yang disebut perlahan menjauh dari Bumi kembali ramai dibahas. Di media sosial, narasinya cepat melebar,
Adanya gaya pasang surut tersebut menyebabkan lautan bergelombang dan membentuk dua tonjolan, mengarah dan menjauhi Bulan.
Salah satu aspek paling penting dari penelitian ini adalah memastikan bahwa hidrogen yang ditemukan bukan hasil kontaminasi dari lingkungan Bumi.
Wahana Luar Angkasa yang Mendarat ke Bumi Berpotensi Rusak Lapisan Atmosfer? Begini Penjelasannya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved