Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Setop Greenwashing! Indonesia Pimpin Dunia Ciptakan Aturan Main Kredit Alam yang Jujur di COP30

Cahya Mulyana
19/11/2025 13:56
Setop Greenwashing! Indonesia Pimpin Dunia Ciptakan Aturan Main Kredit Alam yang Jujur di COP30
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq.(dok.Istimewa)

ISU besar terkait lingkungan adalah greenwashing, yaitu ketika sebuah perusahaan mengaku peduli lingkungan, padahal kenyataannya tidak. Untuk melawan praktik ini, Indonesia mengambil langkah kepemimpinan di panggung dunia.

Di Konferensi Iklim COP30, Indonesia bersama Prancis dan Inggris meluncurkan sebuah forum kebijakan global bernama Nature Credit Policy Forum. Tujuannya satu, membuat aturan main yang jelas untuk kredit alam.

Diketahui, kredit alam adalah sebuah mekanisme di mana perusahaan bisa membayar perusakan terhadap lingkungan dengan berinvestasi pada proyek-proyek pelestarian alam, seperti melindungi hutan, laut, atau satwa liar.

Masalahnya, seringkali tidak jelas apakah investasi ini benar-benar efektif dan apakah uangnya sampai ke tangan yang tepat, yaitu masyarakat adat dan komunitas lokal yang menjadi penjaga alam sesungguhnya.

Forum yang baru diluncurkan ini akan menjadi tempat para pemimpin dunia untuk beberapa hal. Pertama berbagi pengalaman dengan saling belajar tentang apa yang berhasil dan tidak berhasil dalam kebijakan kredit alam.

Kedua, membuat standar yang jelas dengan menentukan cara mengukur, memverifikasi, dan memastikan sebuah proyek benar-benar berkualitas. Ketiga, memastikan manfaat untuk rakyat dengan merancang aturan agar keuntungan dari kredit alam mengalir langsung ke masyarakat di tingkat tapak.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan posisi Indonesia dengan sangat jelas. “Mekanisme kredit alam hanya bermakna jika dijalankan dengan prinsip transparansi serta akuntabilitas. Indonesia menuntut jaminan bahwa manfaatnya mengalir langsung kepada masyarakat setempat sekaligus menjaga keanekaragaman hayati dalam jangka panjang,” tegas Menteri Hanif, sebagaimana dikutip dalam keterangannya, Rabu (19/11).

Langkah Indonesia ini mendapat dukungan kuat dari negara lain. Menteri dari Prancis dan Inggris menyatakan bahwa forum ini adalah langkah penting untuk membangun kerangka kerja yang kokoh, sehingga perusahaan bisa berinvestasi dengan percaya diri dan komunitas lokal menerima manfaat nyata.

Peluncuran forum ini adalah tonggak penting untuk mencapai target Kesepakatan Kunming-Montreal, yaitu menghentikan laju kehilangan keanekaragaman hayati sebelum 2030.

Dengan memimpin inisiatif ini, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa kita tidak hanya menuntut aksi, tetapi juga menyediakan solusi untuk memastikan setiap upaya pelestarian alam berjalan dengan jujur, adil, dan benar-benar bermanfaat.(Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya