Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ilmuwan Temukan Fenomena Lonjakan Gelombang Gamma Menjelang Kematian

Margaretha Tiffany
13/11/2025 14:58
Ilmuwan Temukan Fenomena Lonjakan Gelombang Gamma Menjelang Kematian
Peningkatan aktivitas gelombang otak sebelum kematian.(Freepik)

KEMATIAN selama ini dipahami sebagai akhir dari seluruh proses biologis dalam tubuh manusia. Namun, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa sesaat sebelum kematian, otak memperlihatkan peningkatan aktivitas yang tidak biasa.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kesadaran bekerja, serta apa yang sebenarnya terjadi pada otak ketika kehidupan berakhir.

Salah satu fenomena yang banyak menarik perhatian ilmuwan adalah terminal lucidity, kejernihan mental mendadak pada pasien dengan gangguan neurologis berat seperti Alzheimer atau demensia.

Penyakit-penyakit tersebut membuat seseorang tidak lagi mampu mengenali keluarga atau berbicara dengan jelas. Namun, dalam beberapa kasus, pasien tiba-tiba tampak sadar, mampu berkomunikasi, bahkan mengingat kembali masa lalu mereka.

Kondisi ini biasanya berlangsung dalam waktu singkat, hanya beberapa menit hingga beberapa jam, sebelum pasien akhirnya meninggal dunia.

Lonjakan Aktivitas Otak di Detik Terakhir

Laporan mengenai terminal lucidity telah dikumpulkan dari berbagai rumah sakit dan fasilitas perawatan di seluruh dunia. Banyak keluarga menggambarkan momen tersebut sebagai “kesempatan terakhir untuk berpamitan.” Bagi ilmuwan dan dokter, peristiwa ini menjadi teka-teki besar dalam bidang neurosains.

Hingga kini, belum ada penjelasan pasti mengenai penyebab fenomena tersebut. Salah satu hipotesis yang paling sering dibahas adalah kemungkinan adanya lonjakan aktivitas listrik di otak sesaat sebelum kematian.

Penelitian sebelumnya telah dilakukan pada hewan, dan hasilnya menunjukkan bahwa setelah jantung berhenti berdetak, otak justru mengalami peningkatan aktivitas gelombang gamma. Gelombang gamma adalah jenis gelombang otak yang berperan dalam proses kesadaran, pemrosesan kognitif, dan memori.

Fenomena serupa juga diamati pada manusia. Dalam beberapa kasus, alat pemantau EEG mencatat lonjakan gelombang gamma beberapa detik sebelum dan sesudah jantung berhenti.

Temuan ini memberi petunjuk bahwa otak mungkin masih aktif meskipun sirkulasi darah sudah terhenti. Ledakan terakhir aktivitas listrik ini diduga dapat memicu momen kejernihan atau pengalaman mendekati kematian yang sering diceritakan oleh pasien.

Namun demikian, para ahli menegaskan bahwa fenomena tersebut belum dapat dianggap sebagai bukti adanya jiwa yang terpisah dari tubuh. Sebaliknya, lonjakan aktivitas otak ini mungkin merupakan hasil dari proses biologis kompleks yang terjadi ketika sel-sel otak kekurangan oksigen dan energi. Dalam kondisi tersebut, neuron dapat melepaskan muatan listrik terakhirnya, menghasilkan aktivitas singkat yang menyerupai kesadaran sebelum akhirnya berhenti berfungsi.

Para peneliti berpendapat bahwa masih banyak hal yang belum diketahui tentang cara kerja otak manusia, terutama pada tahap akhir kehidupan. Meskipun penelitian mengenai terminal lucidity dan aktivitas otak menjelang kematian masih terbatas, temuan-temuan awal ini membuka kemungkinan baru dalam memahami hubungan antara otak dan kesadaran. (Psychology Today/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya