Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
Demam rematik (DR) yang dapat berkembang menjadi penyakit jantung rematik (PJR) pada anak masih menjadi ancaman yang belum dapat diatasi secara optimal. Faktor utama penyebabnya adalah kepadatan hunian yang tinggi, ventilasi yang buruk, serta minimnya fasilitas sanitasi yang memadai.
Selain itu, rendahnya tingkat pemeriksaan kesehatan serta tidak memadainya pendataan nasional turut memperburuk kondisi ini.
Tersedianya sarana sanitasi yang baik menjadi suatu kebutuhan mendesak. Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2022) menunjukkan bahwa 58% sekolah di Indonesia tidak memiliki akses ke sanitasi dasar.
Begitu pula di lingkup keluarga, di mana pada 2024, Badan Pusat Statistik mencatat 89% rumah tangga belum memiliki akses sanitasi layak, sementara hanya 80% rumah yang memiliki fasilitas cuci tangan yang memadai.
Dalam hal ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya pencegahan primer yang melibatkan peran aktif anak, orangtua, sekolah, dan pemerintah untuk menghindari DR, antara lain melalui langkah-langkah berikut:
Pemerintah diminta untuk meluncurkan program skrining, pendataan nasional, serta pengadaan Benzatin Penicillin G (BPG) di fasilitas kesehatan primer, sekunder, dan tersier.
Selain itu, IDAI juga mengingatkan pentingnya pencegahan sekunder untuk mengurangi risiko kekambuhan demam rematik dan memperburuk kondisi PJR. Jika anak sudah terdiagnosis DR atau PJR, pengobatan dengan antibiotik harus dilanjutkan, yaitu:
Suntikan intramuskular Benzatin Penisilin G setiap 3-4 minggu, dengan dosis:
Alternatif obat oral berupa Phenoxymethyl Penisilin, dengan dosis 2 x 250 mg per hari.
Pemberian antibiotik ini harus diteruskan minimal selama 5 tahun atau hingga anak berusia 21 tahun, tergantung pada tingkat kerusakan katup jantung.
IDAI juga menekankan bahwa anak yang terdiagnosis demam rematik atau penyakit jantung rematik disarankan untuk menghindari aktivitas fisik berat, seperti olahraga, guna mencegah kondisi kesehatan yang lebih buruk. (Z-10)
Penyakit demam rematik (DR) dan penyakit jantung rematik (PJR) kini mengintai anak-anak di Indonesia, dengan potensi dampak yang semakin besar akibat kondisi lingkungan buruk
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved