Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVIS muda Nahdlatul Ulama (NU) dari kalangan Gen Z, Lily Faidatin menegaskan penolakannya terhadap rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan pemimpin rezim Orde Baru, Soeharto. Menurut Lily, langkah tersebut tidak adil bagi para korban dan pihak-pihak yang terdampak langsung oleh perilaku otoriter, perilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Soeharto.
“Tolak dong,” ungkapnya dilansir dari laman resmi NU, Minggu (9/11).
Lily yang juga sebagai seorang santri menilai bahwa seorang tokoh tidak cukup hanya dilihat dari jasanya semata. Ia menyampaikan bahwa dalam tradisi NU pentingnya menekankan nilai-nilai tasawuf, toleransi, dan amar ma’ruf nahi munkar dalam menilai sosok dan peristiwa.
“Kita harus melihat secara adil. Beliau memang berjasa dalam hal pertumbuhan ekonomi bangsa kita yang saat itu tidak memerlukan impor beras dari luar, tetapi kita juga harus secara adil bahwa lebih banyak orang yang dilukai, lebih banyak orang yang terkena imbas dari kebijakan Soeharto itu. Sampai hari ini, lukanya belum sembuh bagi jutaan orang yang terkena imbasnya,” jelasnya.
Lily mengungkapkan, sebagai bagian dari generasi muda, dirinya baru mengenal sosok Soeharto secara lebih mendalam ketika memasuki dunia perkuliahan.
Menurutnya pengangkatan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional akan menimbulkan ketidakadilan sejarah.
“Ketika Soeharto kemudian dijadikan sebagai pahlawan nasional rasanya sangat tidak adil bagi korban dan orang-orang yang pernah bersinggungan dan terdampak dari adanya Orde Baru itu,” ujar Lily.
Ia menegaskan bahwa masih banyak bukti bahwa luka akibat kebijakan Orde Baru belum sepenuhnya pulih.
“Kita mungkin tahu bahwa Aksi Kamisan menjadi salah satu bukti bahwa era Orde Baru belum selesai, bahkan sampai hari ini. Sangat tidak keren kalau misalnya kita sebagai generasi muda turut mendukung Soeharto sebagai pahlawan nasional. Mungkin kalau menjadi pahlawan, ya bagi keluarganya sendiri saja,” ucapnya. (H-3)
ADA sejumlah kalangan, terutama aktivis hak-hak asasi manusia, sangat kecewa dengan sikap Muhammadiyah yang menyetujui pemberian gelar pahlawan pada mantan Presiden Soeharto.
Gelar Pahlawan Nasional yang diterima kedua tokoh tersebut merupakan kebanggaan sekaligus pengingat bagi generasi muda untuk terus meneladani perjuangan mereka.
Idrus menegaskan bahwa momentum ini sebaiknya dijadikan kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan reformasi dan memperbaiki kekurangan.
Titiek Soeharto menilai pro-kontra penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan hal wajar. Ia membantah ada campur tangan keluarga Cendana dalam penetapan gelar Pahlawan Soeharto
Paguyuban Persaudaraan Trisakti 12 Mei 1998 menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait keputusan pemerintah yang memberikan Gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh.
Pada Hari Pahlawan, 10 November 2025, Pemerintah Republik Indonesia kembali menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh penting dari kalangan NU
ADA sejumlah kalangan, terutama aktivis hak-hak asasi manusia, sangat kecewa dengan sikap Muhammadiyah yang menyetujui pemberian gelar pahlawan pada mantan Presiden Soeharto.
Bahlil Lahadalia menilai Soeharto layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ia berharap pihak yang menolak dapat menerima keputusan pemberian gelar tersebut.
Titiek Soeharto menilai pro-kontra penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan hal wajar. Ia membantah ada campur tangan keluarga Cendana dalam penetapan gelar Pahlawan Soeharto
Paguyuban Persaudaraan Trisakti 12 Mei 1998 menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait keputusan pemerintah yang memberikan Gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh.
Politisi PDIP Ribka Tjiptaning dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik Soeharto usai menyebutnya pembunuh jutaan rakyat
Bahkan dunia media sosial seperti X (twitter) ini penetapan Suharto sebagai Pahlawan Nasional menjadi tranding.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved