Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

BEM Unsuda Sebut Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto dan Gus Dur Rawat Persatuan

Rahmatul Fajri
09/11/2025 11:08
BEM Unsuda Sebut Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto dan Gus Dur Rawat Persatuan
Makam Presiden Ke-2 RI Soeharto(Dok.MI)

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sunan Drajat (Unsuda) Lamongan mendukung usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Presiden BEM Unsuda Firdaus, menegaskan bahwa bangsa Indonesia perlu belajar dari sejarah, baik dari kelebihan maupun kekurangan para pemimpinnya, guna membangun masa depan yang lebih bijak dan berkeadaban.

“Sebaik-baiknya pemimpin juga memiliki kekurangan, dan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pendahulunya,” ujar Firdaus, melalui keterangannya, Minggu (9/11).

Menurut dia, Soeharto merupakan sosok yang memiliki peran penting dalam membangun pondasi Indonesia modern. Ia menilai Soeharto juga berjasa besar dalam menjaga kedaulatan, stabilitas politik, dan kemajuan ekonomi bangsa.

“Pak Soeharto adalah pahlawan bangsa yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Indonesia. Beliau berhasil meningkatkan produksi pertanian, memajukan industri, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai kebijakan strategis,” tambahnya.

BEM Unsuda juga menyoroti kontribusi Soeharto terhadap dunia pendidikan dan pesantren. Salah satunya adalah dukungan beliau terhadap pembangunan Pondok Pesantren Sunan Drajat, yang menjadi bagian dari upaya besar dalam pengembangan pendidikan keislaman di Indonesia.

Selain itu, BEM Unsuda menilai bahwa penetapan Soeharto dan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional menjadi langkah penting dalam merawat semangat persatuan bangsa. Ia mengatakan kedua tokoh tersebut berkontribusi besar terhadap perjalanan bangsa Indonesia.

“Dengan meneladani semangat dan jasa mereka, generasi muda diharapkan mampu melanjutkan perjuangan dalam membangun bangsa yang adil, makmur, dan berkeadaban,” pungkasnya. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya