Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Edukasi Pentingnya Imunisasi dalam Peringatan Hari Imunisasi Sedunia

M Iqbal Al Machmudi
09/11/2025 10:33
Edukasi Pentingnya Imunisasi dalam Peringatan Hari Imunisasi Sedunia
Ilustrasi(ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA)

SETIAP tanggal 10 November diperingati dengan Hari Imunisasi Sedunia dengan tujuan masyarakat di semua negara memahami pentingnya imunisasi untuk mencegah dari berbagai penyakit.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa imunisasi menjadi salah satu intervensi kesehatan yang paling cost-effective dalam mencegah penyakit dan menyelamatkan 3,5 hingga 5 juta nyawa setiap tahun dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). 

Sebagai langkah preventif yang efisien, imunisasi menjadi kunci dalam penguatan layanan kesehatan primer dan pengendalian kejadian luar biasa (KLB) PD3I. 

“Namun, manfaat imunisasi belum sepenuhnya diterima oleh sebagian masyarakat,” kata Direktur Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine dikutip pada Minggu (9/11).

Jika dilihat untuk imunisasi anak saja terdapat berbagai kendala. Data WHO tahun 2023 mencatat bahwa 14,5 juta anak di dunia tidak mendapatkan imunisasi (zero dose), dengan Indonesia menempati posisi keenam tertinggi, yaitu 1.356.367 anak tidak menerima imunisasi dasar pada periode 2019-2023. 

Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, seperti  38% orangtua menolak imunisasi karena suntikan ganda, jadwal yang tidak sesuai (18%), dan kekhawatiran terhadap efek samping (12%).

Tidak hanya itu sekitar 47% anak tidak diimunisasi karena tidak diizinkan keluarga, 45% karena takut efek samping, 23% tidak mengetahui jadwal imunisasi, dan 22% menganggap imunisasi tidak penting.

Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat imunisasi dan enyebaran hoaks dan informasi yang keliru tentang imunisasi juga menjadi kendala dalam pemenuhan imunisasi di masyarakat.

“Jika anak-anak tidak segera mendapatkan imunisasi kejar, maka risiko terjadinya KLB PD3I akan semakin besar,” tegas Prima. 

Sebagai solusi, pemerintah meluncurkan inovasi Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) untuk meningkatkan cakupan imunisasi secara serentak di seluruh pos layanan imunisasi. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya