Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI Indonesia, kanker payudara masih menjadi tantangan kesehatan utama. Faktanya, sekitar 60% kasus terdiagnosis pada stadium lanjut, padahal penanganan yang dilakukan sejak stadium dini dapat memberikan harapan kesembuhan hingga 98%.
"Kebanyakan pasien baru mengetahui dirinya terkena kanker payudara setelah stadium lanjut. Harusnya mulai usia 30 tahun ke atas sudah mulai melakukan skrining, baik periksa sendiri maupun ke dokter. Ini penting untuk penyembuhan jika mengetahui stadium sejak dini," ujar Pakar Onkologi Medis Prof Ikhwan Rinaldi dalam sebuah diskusi di RS Gading Pluit, Jakarta, Kamis (6/11).
Menurut dia, jika seorang penderita kanker payudara mulai mengetahui dirinya terdeteksi kanker payudara sejak stadium satu dan dua, tingkat kemungkinan sembuh bisa mencapai 98%.
"Kalau seseorang baru mengetahui kanker payudaranya sudah stadium 4, itu yang survive 5 tahun, cuma 16% orang. Jadi dari 100 orang, cuma 16 yang bisa survive selama 5 tahun ke depan. Berbeda kalau diketahuinya sejak stadium 1 dan 2, kesembuhannya bisa mencapai 98%," ujar Ikhwan.
Sayangnya, menurut dia, masih banyak perempuan yang takut memeriksakan diri ke dokter saat muncul gejala yang tidak biasa seperti benjolan di sekitar payudara.
Bukan hanya ditemui pada mereka yang berpendidikan rendah, tetapi juga mereka yang berpendidikan tinggi. Sebab, masih ada rasa ketakutan yang berlebih terhadap pengobatan kanker payudara.
"Mestinya dia mengikuti anjuran dokter, begitu dia diketahui kankernya berada pada stadium awal dan belum menyebar. Dia operasi dulu, mungkin dikemoterapi, diradiasi, hormonal, ataupun perlu target terapi. Dengan begitu, angka kesembuhannya bisa jadi lebih tinggi," jelasnya.
Pada sisi lain, Ikhwan menyampaikan seorang penderita kanker payudara perlu mendapatkan dukungan orang terdekat untuk mendampinginya ketika menerima diagnosis.
“Kita yang ada di sekitarnya harus memberikan dukungan serta semangat. Bukan sebaliknya, memberikan informasi yang tak terbukti kebenarannya sehingga menghalangi mereka mendapatkan pengobatan lanjutan," tutupnya.
Direktur RS Gading Pluit Feirlita Kuswandi menambahkan sel kanker bisa menyebar cepat dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani. Karena itu, deteksi dini yang cepat sangat penting sehingga penanganan bisa cepat diberikan.
"Untuk skrining awal bisa setahun sekali atau enam bulan sekali. Makin cepat deteksi awal, semakin cepat peluang untuk sembuh," kata Feirlita.
Dalam perkembangan teknologi kedokteran, inovasi telah dihasilkan guna mendukung deteksi dini kanker yang tak hanya cepat, tapi juga akurat. Di RS Gading Pluit misalnya, hal itu dimungkinkan dengan alat deteksi kanker PET/CT Scan Digital yang diklaim memiliki akurasi tinggi serta presisi daripada versi analog sehingga meningkatkan peluang kesembuhan penyakit kanker. Alat deteksi bernama Omni Legend ini diharapkan mampu membuat upaya penanganan deteksi dini dan sesuai dengan kondisi pasien.
”Dengan alat baru yang mulai digunakan April 2025 ini bisa mendeteksi sejak awal kanker payudara dengan waktu pemeriksaan sekitar 15 menit. Alat ini memungkinkan mendeteksi lesi sampai 0,4 milimeter," tutur dia.
Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini penyakit kanker payudara bisa meningkat sehingga peluang kesembuhan semakin tinggi.
"Karena itu, saya mendukung saat ini ada edukasi dini gejala penyakit kanker payudara pada tingkat SMA. Saya berharap ini bisa menjadi pintu masuk pentingnya awareness dini pada kanker payudara," tutupnya. (H-2)
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Studi 11 tahun di tujuh pusat layanan kesehatan New York menunjukkan seperempat kasus kanker payudara terjadi pada perempuan usia 18-49 tahun.
Mahkota Dewa kaya senyawa aktif yang berpotensi melawan sel kanker payudara. Namun, konsumsi tetap harus hati-hati dan tak menggantikan pengobatan medis.
“Dari ibu ke ibu, yang baru saja menderita kanker, saya hanya ingin memeluknya," kata Jessie J
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved