Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Indonesia Healthare Corporation (IHC) dan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Galakkan Deteksi Kanker Payudara

mediaindonesia.com
29/10/2025 16:30
Indonesia Healthare Corporation (IHC) dan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Galakkan Deteksi Kanker Payudara
Direktur Komersial IHC dr. Harmeni Wijaya (kiri) dan Ketua YKPI, Linda Amalia Sari setelah teken perjanjian kerja sama.(DOK IHC)

DALAM rangka memperingati Bulan Kanker Payudara Internasional, PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) resmi menginisiasi Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Payudara. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional yang menekankan pentingnya pencegahan dan deteksi dini dalam penanganan kanker.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Direktur Komersial IHC, dr. Harmeni Wijaya dan Ketua YKPI, Linda Amalia Sari di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta yang menjadi Center of Excellence (COE) Onkologi di jaringan rumah sakit IHC, Rabu (29/10).

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, terdapat lebih dari 408.661 kasus baru kanker di Indonesia, dengan kanker payudara sebagai jenis terbanyak pada perempuan, yakni 66,2 kasus per 100.000 penduduk perempuan. Di sisi lain, survei Good Stats 2024 mencatat bahwa lebih dari 90% perempuan di Indonesia belum pernah melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Good Stats 2024 mencatat bahwa lebih dari 90% perempuan di Indonesia belum pernah melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

Perjanjian kerja sama menurunkan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut ini akan berlangsung dari Oktober hingga Desember 2025.

"Saya kira ini baru awal. Mudah-mudahan ada pertimbangan IHC agar 2026 kita bisa adakan kerja sama lagi," kata Ketua YKPI Linda Amalia Sari, seusai menandatangani perjanjian.

Linda menambahkan bahwa selama ini, sekitar 70% pasien yang terdiagnosis kanker payudara meninggal dunia karena datang dalam kondisi sudah terlambat. Sehingga kolaborasi ini penting. "Di sinilah pentingnya kolaborasi antara rumah sakit, komunitas, dan yayasan seperti YKPI, Selama puluhan tahun, kami di YKPI berkomitmen melakukan sosialisasi dan edukasi, meskipun di lapangan sering kali terkendala keterbatasan tenaga medis, SDM, maupun akses ke rumah sakit terdekat. Kerja sama dengan IHC ini menjadi wujud komitmen bersama untuk menurunkan angka kasus kanker payudara di Indonesia," harap Linda.

Dari pihak IHC, dr Harmeni mengatakan, "Perubahan besar dalam kesehatan masyarakat tidak selalu dimulai dari ruang operasi, tetapi dari ruang kesadaran.'c

“Melalui sinergi ini, kami ingin menjadikan rumah sakit bukan hanya tempat berobat, tetapi pusat edukasi dan gerakan sosial yang mendorong masyarakat lebih berani melakukan deteksi dini. Sebagai bagian dari jaringan rumah sakit IHC, RSPP menjadi pusat layanan unggulan dalam penanganan kanker dengan fasilitas One Day Care Chemotherapy, yang memungkinkan pasien menjalani kemoterapi tanpa rawat inap," tegas dr Harmeni.

Selain itu, tambah dr Harmoni, RSPP juga telah dilengkapi teknologi Linear Accelerator (Linac) Elekta Versa HD untuk terapi radiasi yang lebih presisi dan aman. Melalui statusnya sebagai COE Onkologi, RSPP menghadirkan layanan komprehensif mulai darizdiagnosis, bedah onkologi, radioterapi, hingga rehabilitasi dan dukungan psikososial.
''Kami ingin memperkuat peran rumah sakit sebagai health movement center tempat masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan, tapi juga edukasi, empati, dan inspirasi untukhidup lebih sehat,” tambah dr. Harmeni.

Sebagai implementasi kerja sama ini, IHC bersama YKPI akan menggelar rangkaian kegiatan kolaboratif, seperti Festival Yoga, Tennis Pink Tober 2025, dan Lomba Menulis 'My Why Story'.Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan dini serta menjadi wadah dukungan bagi para penyintas kanker payudara. Selain itu, berbagai talkshow, seminar kesehatan, dan praktik SADARI (Periksa Payudara Sendiri) akan digelar di rumah sakit jaringan IHC di seluruh Indonesia. Ini sebagai bentuk komitmen memperluas literasi kesehatan perempuan hingga ke tingkat komunitas.

"Gerakan deteksi dini ini kami pandang sebagai langkah sederhana yang berdampak besar.Setiap perempuan yang berani memeriksakan diri lebih awal bukan hanya menyelamatkan hidupnya, tapi juga menjadi bagian dari perubahan budaya kesehatan di Indonesia,” tutup dr.Harmeni.

Kolaborasi IHC dan YKPI ini diharapkan menjadi momentum nasional dalam membangun budaya deteksi dini, memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat edukasi, serta memperluas akses layanan onkologi berkualitas di seluruh Indonesia. (H-1) 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya