Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LICHEN berwarna oranye terang ternyata menjadi “pemburu fosil” tak terduga di Badlands, Alberta, Kanada. Dalam penelitian terbaru, ilmuwan menemukan organisme tangguh ini sering tumbuh langsung di atas tulang dinosaurus yang terekspos di permukaan tanah.
Penelitian yang dilakukan di Dinosaur Provincial Park, situs Warisan Dunia UNESCO di Alberta Selatan, menunjukkan lichen oranye dapat menutupi hingga separuh permukaan tulang fosil, sementara batu di sekitarnya jarang menjadi tempat tumbuhnya. Perbedaan mencolok ini kini membantu ilmuwan menemukan lokasi fosil baru dari udara, menghubungkan kehidupan modern dengan sisa makhluk yang hidup sekitar 75 juta tahun lalu.
“Pola pertumbuhan lichen yang lebih suka menempel pada tulang fosil sebenarnya telah diamati selama beberapa dekade, tapi baru sekarang dikaji secara ilmiah,” ujar Dr. Caleb Brown dari Royal Tyrrell Museum of Palaeontology.
Lichen adalah organisme sederhana hasil simbiosis jamur dan alga atau cyanobacteria. Mereka tumbuh perlahan namun mampu bertahan dari panas, dingin, dan kekeringan ekstrem. Spesies seperti Rusavskia elegans dan Xanthomendoza trachyphylla dikenal menyukai permukaan berpori yang kaya kalsium seperti tulang fosil, yang menyediakan mineral dan kelembapan untuk bertahan di antara musim hujan.
Tim yang dipimpin Dr. Brian Pickles, Associate Professor di University of Reading, menemukan lichen ini memiliki pola warna unik yang dapat dideteksi drone dari ketinggian sekitar 30 meter. Citra inframerah dekat menunjukkan permukaan lichen memantulkan cahaya merah dan menyerap biru lebih kuat dibandingkan batu di sekitarnya.
“Penelitian ini menunjukkan bagaimana organisme modern dapat membantu kita menemukan jejak kehidupan purba,” kata Dr. Pickles. Ia menambahkan, hubungan antara spesies hidup dan fosil ini memperlihatkan bagaimana ekologi dan paleontologi dapat bekerja bersama secara inovatif.
Pendekatan baru ini menggabungkan sensor digital dan teknologi drone untuk memetakan fosil dengan lebih efisien tanpa merusak lingkungan. Dengan analisis citra berbasis machine learning, algoritma dapat membedakan lichen dari batuan lain dan menandai area yang berpotensi mengandung tulang.
Menurut Dr. Derek Peddle dari University of Lethbridge, “Studi dengan drone ini menjadi langkah awal untuk pemetaan skala besar menggunakan pesawat atau satelit.”
Metode ini paling efektif di daerah kering seperti Badlands Kanada, di mana tulang fosil sering tetap terbuka karena angin dan erosi. Dengan alat ini, ilmuwan dapat mengurangi eksplorasi acak di lapangan dan fokus langsung pada lokasi yang paling menjanjikan. sebuah cara baru untuk menemukan peninggalan purba tanpa menggali terlalu dalam. (Earth/Z-2)
Ilmuwan temukan situs fosil K2 di Cekungan Hateg, Rumania. Berisi ribuan tulang dinosaurus langka yang terjebak banjir purba 72 juta tahun lalu.
Sepanjang tahun 2025 sejauh ini, telah ditemukan 44 spesies dinosaurus baru hampir satu penemuan setiap pekan.
Peneliti menemukan cangkang telur dinosaurus dapat berfungsi sebagai jam waktu alami untuk menentukan usia fosil dengan presisi tinggi.
Mereka kemudian mengikuti jejak ini ke atas untuk menemukan sumber aslinya yaitu tulang, kerangka, atau seluruh lapisan tulang. Proses ini lambat dan melelahkan, serta sangat bergantung
Sauropoda dikenal sebagai dinosaurus berleher panjang terbesar di Bumi, dengan berat mencapai puluhan ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved