Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
YAYASAN Alam Hijau Lestari (Akar Pohon) menggelar Gerakan Hijau: Penanaman 31.000 pohon kopi dan 1.000 pohon alpukat di kawasan Kecamatan Lembah Gumanti dan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatra Barat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Akar Pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui pertanian berkelanjutan.
Kegiatan dua hari ini diikuti oleh masyarakat lokal, pelajar, kelompok tani (Gapoktan), relawan, hingga pemerintah daerah.
Pada hari pertama, acara pembukaan berlangsung di Pusat Alih Teknologi Universitas Andalas (Unand), dihadiri oleh berbagai pihak seperti Pembina Yayasan Alam Hijau Lestari, Camat Lembah Gumanti, perwakilan Dinas Kehutanan, Kepala PAT Unand, serta tokoh masyarakat setempat.
Setelah sambutan dan penyerahan bibit secara simbolis, seluruh peserta melakukan penanaman pohon bersama di area yang telah disiapkan di Nagari Alahan Panjang (salah satu nagari di Kecamatan Lembah Gumanti).
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Alam Hijau Lestari, Allan Munir, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan menanam harapan untuk masa depan.
“Setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi kehidupan. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa sekecil apa pun aksi menjaga alam akan memberi manfaat besar bagi keberlanjutan generasi mendatang,” ujar Allan.
Gerakan ini juga bertujuan memulihkan ekosistem di kawasan rawan longsor dan erosi, meningkatkan daya serap air tanah, serta menjaga keseimbangan alam.
Selain itu, penanaman pohon kopi dan alpukat diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Dengan hasil panen yang bernilai jual tinggi, masyarakat dapat memperoleh tambahan penghasilan tanpa harus merusak lingkungan.
Tidak hanya aksi menanam, kegiatan ini juga disertai dengan edukasi lingkungan dan diskusi konservasi, yang melibatkan para akademisi, relawan, dan pelajar. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan lahan berkelanjutan, peran hutan dalam kehidupan, serta dampak nyata dari deforestasi terhadap iklim global.
Melalui kegiatan ini, Akar Pohon menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi lintas wilayah dan lembaga demi menciptakan gerakan lingkungan yang berkelanjutan.
“Kami ingin menjadikan gerakan ini sebagai pengingat bahwa pelestarian alam bukan tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kita bersama,” tegas Allan.
Kegiatan diakhiri dengan penanaman massal dan ramah tamah antara peserta dan masyarakat setempat.
Dengan tema “Menanam Hari Ini, Menuai Hijau di Masa Depan,” Gerakan Hijau Akar Pohon diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk turut mengambil bagian dalam menjaga bumi melalui langkah kecil yang bermakna. (Z-1)
Gerakan ”Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” berlangsung pada 14 Oktober hingga 31 Desember 2025, dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak.
GERAKAN penghijauan berskala nasional akan resmi dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Intensitas hujan tinggi yang terjadi dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa longsor, banjir, pohon tumbang dan pergerakan tanah.
Penanaman 5.831 bibit pohon di Desa Sagaranten, Sukabumi, pada Selasa, (23/12) menjadi bentuk aksi pelestarian yang terukur dan berkelanjutan.
Upaya mitigasi bencana banjir dan longgor kembali ditegaskan melalui kegiatan Penanaman Pohon Bersama yang digelar Korps Marinir TNi AL dan Pemprov Jabar.
PT Pertamina memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 dengan menggelar program penghijauan berskala besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved