Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak lulusan Universitas Indonesia, dr. Mesty Ariotedjo mengingatkan para orang tua untuk mewaspadai sejumlah tanda bahaya pada anak yang terkena influenza. Jika muncul gejala tertentu, anak sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis yang tepat.
"Pertama, ketika kebutuhan makan, tidur tidak tercukupi, dan minumnya juga jauh dari kebutuhan harian. Itu sudah perlu dibawa ke dokter," kata Mesty di Jakarta, Rabu (5/11).
Menurutnya, anak yang terserang influenza dan dirawat di rumah perlu mendapatkan istirahat cukup serta asupan gizi yang memadai, disertai pemberian obat penurun demam.
Namun, jika hal-hal mendasar seperti tidur dan asupan gizi tidak terpenuhi, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahaya karena berpotensi memperburuk kesehatan anak. Dalam situasi ini, intervensi medis perlu segera dilakukan agar kondisi anak tidak semakin parah.
Tanda bahaya berikutnya adalah kesulitan bernapas. Orang tua dapat mengenalinya dari gerakan hidung anak yang tampak kembang-kempis saat menarik dan menghembuskan napas.
"Dari hidungnya biasanya akan terlihat kembang kempis, baru dicek ke leher dan dada. Kalau kita lihat ada tarikan ke dalam yang cekung di bagian leher itu biasanya sudah ada kesulitan napas. Jangan tunggu sampai ada terlihat tarikan di dada. Biasanya dengan itu, bisa langsung dibawa ke rumah sakit," jelasnya.
Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan saturasi oksigen anak. Bila hasil pengukuran dengan oximeter menunjukkan angka di bawah 95 persen, kondisi tersebut termasuk tanda bahaya yang memerlukan pertolongan medis segera.
Tanda bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah demam tinggi mencapai 39-40 derajat Celsius yang tidak kunjung turun meskipun telah diberikan obat penurun panas.
Terakhir, Mesty menekankan bahwa insting orangtua juga menjadi indikator penting dalam menentukan kapan anak perlu dibawa ke fasilitas kesehatan.
"Karena tidak ada insting yang lebih tepat selain insting orang tua," ujarnya.
Influenza sendiri merupakan salah satu penyakit yang sering muncul saat pergantian musim dari kemarau ke musim hujan, terutama ketika cuaca ekstrem. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap infeksi ini karena daya tahan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa.
Gejala umum influenza pada anak biasanya berupa demam tinggi, batuk kering, hidung berair, nyeri di seluruh tubuh, serta rasa lelah yang berlebihan. (H-3)
Studi terbaru mengungkap bayi lahir tahun 2003-2006 terpapar lebih banyak zat kimia PFAS daripada dugaan semula.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama organisasi profesi dan akademisi menyoroti mutasi dan pemberhentian empat dokter spesialis anak yang dinilai tidak berdasar.
MULAI 2027 atau tahun depan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan vaksin human papillomavirus atau vaksin HPV untuk anak laki-laki usia 11 tahun.
Peneliti ungkap tanaman pangan seperti pisang dan kakao di wilayah bekas bencana tambang Brasil serap logam berat beracun. Anak-anak di bawah enam tahun paling berisiko.
Studi JAMA Pediatrics mengungkap 1 dari 20 anak berisiko alergi makanan pada usia 6 tahun. Faktor genetik, lingkungan, hingga pola makan awal jadi pemicu utama.
BPOM perketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis karena risiko keamanan pangan. Sepanjang 2024 tercatat 138 KLB keracunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved