Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Senin, 3 November 2025. Berdasarkan hasil analisis, siklon tropis kalmaegi diprediksi berada di sekitar Laut Filipina Utara, Maluku Utara dengan arah pergerakan ke arah barat, mendekati Kepulauan Filipina.
Kecepatan angin diperkirakan maksimum di 50 knot dengan tekanan udara minimum sekitar 990 hektopascal. Bibit siklon tropis ini diprediksi membentuk daerah konvergensi dan konfluensi memanjang dan menginduksi peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot atau low level jet di Laut Filipina. Dalam 72 jam ke depan, siklon tropis kalmaegi diprediksi berada di Laut Sulu sebelah barat Filipina dengan pergerakan ke arah barat.
Sirkulasi siklonik diprakirakan berada di Laut Andaman, Teluk Benggala, Laut China Selatan, Samudra Hindia barat Banten Lampung, dan di perairan sekitar Jawa Tengah. Hal ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi memanjang di Teluk Benggala, Laut Andaman, Laut China Selatan, Laut Natuna Utara, di Vietnam, dan di Samudra Hindia barat Sumatra, pesisir barat Sumatra, Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa Barat, dan di perairan sekitar Jawa Tengah.
Sementara itu daerah konvergensi lain diprediksi memanjang dari Sumatra Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTB, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Selain itu terdapat daerah konfluensi yang diprediksi terbentuk di Laut Natuna Utara, Laut Sulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa, Laut Sulawesi, dan Sulawesi Utara. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah siklon tropis, sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi maupun konfluensi tersebut.
Melalui kanal YouTube resmi BMKG, prakirawan BMKG Lintang menyampaikan informasi prakiraan cuaca yang akan terjadi pada Senin 3 November 2025 sebagai berikut:
BMKG menghimbau masyarakat untuk mewaspadai ketinggian gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, dan Samudra Hindia selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, suhu berkisar 32-34°C diprediksi terjadi di Mataram, Kupang, Palangkaraya, Banjarmasin, serta sekitarnya.
Waspadai juga banjir rob yang berpotensi terjadi di berbagai wilayah pesisir Indonesia, yaitu di pesisir Sumatra Utara, pesisir Jakarta, pesisir utara Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Gresik, Lamongan, dan Tuban, pesisir NTB, pesisir Barito Kuala, pesisir Banjar, pesisir Banjarmasin, pesisir Tanah Laut, serta pesisir Maluku Tengah dan Seram bagian timur.
Sumber: YouTube BMKG
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Selain akibat naiknya permukaan air laut, banjir rob di di wilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Bahaya yang mengintai tidak hanya air laut, tapi juga dampak ikutan seperti angin puting beliung.
Di perairan utara Jawa Tengah masih berlangsung banjir rob, sementara itu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga terjadi di perairan Karimunjawa akibat cuaca ekstrem.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Pada Minggu (4/1), kapal Dumai Line yang sedang melayani rute Dumai-Batam diterjang ombak tinggi dan angin kencang, menciptakan suasana mencekam di antara penumpang.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Anisa S, berdasarkan hasil analisis data pasang surut air laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved