Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI anestesi dan spesialis pengobatan nyeri intervensional dr. Kunal Sood mengatakan pelebaran atau penonjolan pada pembuluh darah atau aneurisma bisa berbahaya bila diketahui telah pecah.
"Aneurisma terbentuk ketika titik lemah berkembang di pembuluh darah dan otak, lalu perlahan menggelembung keluar, seperti lapisan tipis pada balon yang aus. Namun, sebagian besar aneurisma tidak berbahaya dan seringkali ditemukan secara kebetulan. Bahaya sebenarnya dimulai ketika salah satunya pecah," kata dr. Sood dikutip dari Hindustan Times, Senin (27/10).
Ia pun memperingatkan, "Jika salah satunya pecah, dapat menyebabkan pendarahan di sekitar otak, yang disebut pendarahan subaraknoid, yang dapat mengancam jiwa."
Sood menyoroti faktor-faktor berikut yang dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya atau pecahnya aneurisma yang meliputi tekanan darah tinggi, merokok, riwayat keluarga aneurisma, kondisi genetik tertentu seperti penyakit ginjal polikistik atau sindrom Ehlers-Danlos.
Ia menambahkan bahwa aneurisma biasanya terdeteksi melalui MRI atau angiografi CT. Setelah teridentifikasi, penanganannya bergantung pada ukuran dan risikonya.
Aneurisma kecil yang belum pecah sering kali dipantau secara teliti, sementara kasus berisiko tinggi mungkin memerlukan pemotongan bedah atau pemasangan koil endovaskular untuk mencegah ruptur.
Belum lama ini, bintang realita TV Kim Kardashian mengungkapkan kondisi kesehatannya yang didiagnosis menderita aneurisma otak, yang oleh dokter dikaitkan dengan stres akibat perceraiannya yang kontroversial dengan Kanye West.
Kardashian membuka diri tentang kondisinya di pemutaran perdana musim ke-7 The Kardashians, yang tayang pada 22 Oktober 2025. (Ant/Z-1)
Seseorang yang memiliki hipertensi dalam waktu yang lama dan tidak terkontrol bisa memengaruhi dinding pembuluh darah melemah, biasanya dialami oleh lansia.
Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan berbagai alat kesehatan canggih, seperti Cathlab Biplane, MRI 3 Tesla, dan Bor Highspeed, guna memperkuat layanan strok di RSUD Undata.
Aneurisma otak berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan subarachnoid, suatu bentuk stroke yang ditandai dengan sakit kepala hebat dan penurunan kesadaran.
Aneurisma otak merupakan kelainan pembuluh darah yang bisa menyebabkan strok. Operasi clipping menjadi salah satu metode untuk mengatasinya.
Aneurisma, penggelembungan pembuluh darah pada otak, dapat dialami oleh siapa pun, terutama oleh mereka yang memiliki riwayat keluarga terkait masalah tersebut.
Aneurisma otak adalah pelebaran atau penonjolan pembuluh darah otak akibat melemahnya dinding pembuluh darah
Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan berbagai alat kesehatan canggih, seperti Cathlab Biplane, MRI 3 Tesla, dan Bor Highspeed, guna memperkuat layanan strok di RSUD Undata.
Aneurisma otak, yang sering dikaitkan dengan usia lanjut, ternyata juga dapat menyerang kelompok usia muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved