Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HUBUNGAN asmara idealnya menjadi ruang aman untuk saling mendukung dan tumbuh bersama. Namun, ketika hubungan justru dipenuhi tekanan, rasa tidak dihargai, atau kehilangan kebahagiaan, bisa jadi hubungan telah berubah menjadi toxic relationship.
Toxic relationship menggambarkan hubungan yang dipenuhi ketidakseimbangan emosional, komunikasi yang buruk, hingga hilangnya rasa percaya diri. Fenomena ini kadang kali terjadi dalam hubungan tanpa disadari.
Kasus perceraian antara penyanyi Raisa Andriana dan aktor Hamish Daud, yang ramai diperbincangkan menunjukkan hubungan yang terlihat harmonis dari luar belum tentu bebas dari masalah di dalamnya.
Setelah delapan tahun menikah, Raisa secara mengejutkan mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Meski alasan perceraian belum diungkap secara terbuka, publik menilai kabar ini menunjukkan bahkan pasangan yang terlihat ideal pun bisa menghadapi dinamika rumit dalam hubungan mereka.
Tanda-tanda hubungan yang tidak sehat sering kali muncul perlahan dan tidak disadari. Berikut adalah beberapa ciri-ciri umum yang perlu diperhatikan:
Dalam hubungan yang sehat, pasangan seharusnya saling mendukung. Namun, dalam toxic relationship tidak ada lagi rasa dukungan dan dorongan positif dari pasangan.
Sarkasme, kritik tajam, komentar buruk, hingga penghinaan menjadi bagian nyata dari contoh toxic relationship. Bahkan, pasangan bisa saja mempermalukanmu di depan orang lain.
Cemburu memang wajar, tetapi jika disertai rasa curiga dan pengawasan yang berlebihan, hal ini justru dapat merusak kepercayaan dan kenyamanan sebagai pasangan.
Pasangan sering menuntut untuk selalu tahu di mana kamu berada dan dengan siapa. Mereka mudah marah jika kamu tidak segera membalas pesan atau panggilan.
Ketika kamu mulai berbohong sekadar untuk menghindari konflik, itu menjadi tanda bahwa hubunganmu tidak lagi aman secara emosional.
Kamu mulai mengesampingkan kebahagiaan dan kenyamanan sendiri demi menuruti kemauan pasangan.
Pasangan mungkin secara halus membuatmu merasa bersalah saat menghabiskan waktu dengan orang lain, termasuk keluarga.
Menghadapi hubungan yang sudah tidak sehat memang tidak mudah, tapi bukan berarti mustahil. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengenali ciri-ciri toxic relationship, antara lain:
Mencari dukungan dari orang terdekat, baik keluarga, teman, atau dukungan dari professional seperti psikolog adalah hal yang bisa membantu. Dukungan dari orang yang tepat dapat memberikan perspektif yang lebih objektif serta membantu untuk memulihkan kepercayaan diri.
Kisah Raisa dan Hamish menjadi pengingat bahwa hubungan sehat tidak hanya diukur dari lamanya kebersamaan. Namun, juga bagaimana sebuah pasangan harus bisa saling menghargai dan menjaga keseimbangan emosional. (halodoc/mediaindonesia/Z-2)
Tren Analog 2026 melihat Gen Z beralih ke dumb phone untuk kurangi kecemasan dan tingkatkan fokus. Simak alasan lengkapnya di sini.
Reisa Broto Asmoro & Ustaz Akri Patrio ingatkan batasan sharing di medsos saat Ramadan agar tidak merusak mental dan pahala. Simak tips bijak bermedsos di sini.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Pelajari ciri-ciri stres fisik, psikologis, dan perilaku serta cara efektif menanggulanginya melalui koping proaktif, mindfulness, olahraga, dan intervensi sosial.
Menggabungkan pendekatan neurosains (neuroplastisitas) dengan strategi praktis menghadapi "AI Fatigue" yang menjadi tren kesehatan di tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved