Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 merupakan momentum konsolidasi kekuatan dalam menjaga dan merawat persatuan bangsa.
"Peringatan ini akan menjadi momentum reflektif dan penuh makna. HSN yang genap satu dekade sejak ditetapkan pada 2015, juga bermakna sebuah perayaan atas diakuinya eksistensi dan perjuangan kaum santri dalam melahirkan NKRI," ungkapnya dalam acara Kick Off HSN 2025 di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), dilansir dari laman resmi PBNU, Senin (20/10).
Ia menyampaikan bahwa tema HSN tahun ini, "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia," mencerminkan semangat kebangsaan yang lahir dari Resolusi Jihad 1945 oleh Hadratusy Syekh Hasyim Asy’ari.
Gus Yahya menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan hanya peristiwa politik, tetapi juga tonggak peradaban manusia.
"Proklamasi Indonesia memang dibacakan di Jakarta, tapi ujian kemerdekaannya justru terjadi di Surabaya. Dan itu dilakukan oleh santri," ujarnya.
Gus Yahya juga mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong transformasi sistem dan manajemen keuangan negara untuk kesejahteraan rakyat.
"Kebijakan besar itu butuh energi koheren yang besar, dan dukungan seluruh elemen bangsa. Karenanya, Hari Santri harus menjadi momentum kebersamaan nasional," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya persatuan, baik di tingkat warga NU maupun di seluruh bangsa Indonesia, dalam menghadapi tantangan global dan domestik.
"Masuklah ke dalam jam’iyyah ini dalam rukun dan bersatu, bukan hanya jasad, tapi juga ruh. Adanya masalah tidak boleh menjadi alasan untuk berpisah," pesannya.
Gus Yahya mengakhiri dengan seruan agar santri tetap berada di garda depan untuk menjaga kemerdekaan dan memperkuat moral bangsa, serta mengawal peradaban mulia. (H-3)
Hari Santri Nasional yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober diperingati untuk mengenang perjuangan para santri dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Upacara Peringatan Hari Santri Tingkat Provinsi Riau Tahun 2025 berlangsung khidmat di Lapangan Limuno, Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (22/10).
awai anak tersebut untuk memperingati Hari Santri Nasional 2025 dengan tema Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, Kemenag telah memenuhi syarat pembentukan Ditjen Pesantren.
22 Oktober 2025 jatuh pada hari Rabu. Namun, bukan hanya sekadar tanggal biasa, 22 Oktober juga diperingati sebagai Hari Santri Nasional di Indonesia.
Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Namun, banyak yang masih bertanya-tanya, apakah Hari Santri termasuk tanggal merah atau libur nasional?
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menghadiri puncak peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membeberkan alasan fundamental di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto melibatkan Indonesia dalam Board of Peace.
KETUA Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan pesan mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto terkait Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza.
PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan dengan puluhan pimpinan organisasi Islam dan tokoh pondok pesantren dari berbagai daerah pada hari ini.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perwakilan sejumlah organisasi masyarakat Islam, termasuk PBNU, Muhammadiyah, dan MUI, ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta.
Ketidakhadiran sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved