Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Kasus meninggalnya pasangan suami istri di Solok, Sumatera Barat, yang diduga akibat keracunan gas karbon monoksida (CO), menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai bahaya gas tak kasat mata ini. Kejadian tragis tersebut menegaskan pentingnya edukasi dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya karbon monoksida di lingkungan rumah.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa edukasi tentang bahaya gas karbon monoksida dan deteksi dini adalah langkah utama untuk mencegah insiden serupa.
“Karbon monoksida adalah gas yang tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. Karena sifatnya yang tak terdeteksi, banyak orang yang tidak menyadari kehadirannya hingga dampaknya dapat sangat fatal,” jelas Tjandra dikutip dari Antara, Jumat (17/10).
Gas karbon monoksida memiliki kemampuan untuk berikatan dengan hemoglobin dalam darah ratusan kali lebih kuat dibandingkan dengan oksigen. Hal ini menyebabkan pasokan oksigen ke organ vital tubuh terhenti, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kerusakan organ hingga kematian.
Pakar PDPI ini menjelaskan bahwa gejala keracunan gas karbon monoksida dapat bervariasi, mulai dari sakit kepala, pusing, lemas, nyeri dada, hingga mual. Namun, dalam kasus paparan yang sangat tinggi, kematian bisa terjadi bahkan sebelum gejala tersebut muncul. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah paling penting yang harus dilakukan oleh setiap individu.
Tjandra memberikan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah keracunan karbon monoksida:
Pastikan bahwa alat-alat seperti kompor, pemanas, dan pemanas air tidak mengalami kebocoran.
Jangan memanaskan kendaraan dalam ruangan tertutup seperti garasi tanpa ventilasi yang memadai.
Pelajari gejala awal yang dapat timbul akibat paparan gas ini dan segera cari bantuan medis jika merasa terpapar.
Di beberapa negara maju, rumah-rumah dengan potensi keracunan gas ini dilengkapi dengan detektor karbon monoksida untuk mendeteksi keberadaannya sebelum menjadi ancaman.
Penanganan cepat pada korban keracunan karbon monoksida sangat krusial. Langkah pertama adalah segera memindahkan korban dari area paparan gas berbahaya tersebut. Setelah itu, pemberian oksigen murni 100% menjadi tindakan utama untuk menggantikan oksigen yang terhambat akibat paparan gas CO.
Jika kondisi korban memburuk atau tidak ada perbaikan, terapi oksigen hiperbarik dapat dilakukan untuk mempercepat pemulihan fungsi pernapasan dan mencegah kerusakan organ lebih lanjut.
Mengenai kematian pasangan suami istri di Solok, Tjandra mengingatkan bahwa penting untuk memastikan apakah penyebab kematian tersebut memang disebabkan oleh keracunan karbon monoksida atau faktor lain. Penyelidikan yang mendalam perlu dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab tragedi tersebut. (Ant/Z-10)
Menghirup karbon monoksida (CO) menjadi penyebab utama kematian para korban kebakaran di Rumah Toko (Ruko) Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, kembali mengumumkan keberhasilan identifikasi terhadap tujuh jenazah korban kebakaran Ruko Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Gas karbon monoksida (CO) memiliki kemampuan berikatan dengan hemoglobin di dalam darah, ratusan kali lebih kuat dibandingkan oksigen.
Jumlah pelajar yang menjadi korban pada peristiwa itu mencapai 273 orang.
Sebelumnya, kasus dugaan keracunan dialami puluhan pelajar SD di Kecamatan Kadupandak pada Selasa (27/1)
Puluhan pelajar di salah satu sekolah itu mengalami mual, muntah, pusing, demam, hingga buang air besar. Melihat gejalanya seperti yang keracunan.
Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP lanjutan dan mengambil sampel makanan serta air mineral dalam kasus penemuan tiga jenazah satu keluarga di Warakas, yang diduga keracunan makanan
Polisi menyebut tiga korban satu keluarga yang ditemukan tewas di kontrakan Warakas, Jakarta Utara, mengeluarkan busa dari mulut. Penyebab kematian masih diselidiki.
Polres Metro Jakarta Utara menyelidiki dugaan keracunan makanan yang menewaskan tiga penghuni kontrakan di Jalan Warakas. Polisi masih melakukan olah TKP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved