Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Startup Didorong Lahirkan Inovasi untuk Jawab Tantangan Perubahan Iklim

Rahmatul Fajri
14/10/2025 19:19
Startup Didorong Lahirkan Inovasi untuk Jawab Tantangan Perubahan Iklim
The Anchor Day di Jakarta.(Dok. TJSL)

STARTUP dinilai menjadi salah satu sumber hadirnya berbagai inovasi di Tanah Air. Karena itu, para pelaku bisnis startup diharapkan untuk mampu melahirkan solusi yang berkelanjutan, guna menjawab tantangan perubahan iklim dan ketimpangan ekonomi yang menghantui masyarakat, termasuk di wilayah pesisir.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Pelindo, Dwi Fatan Lilyana menyebut, peran startup menjadi sangat krusial untuk menghadirkan inovasi di bidang tersebut. Ia mengatakan pihak terus mendorong ara pelaku inovasi muda untuk melahirkan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui program Pelindo Responsible Innovation for Sustainable Empowerment (Pelindo RISE), mereka berupaya mengubah pendekatan tanggung jawab sosial menjadi ruang kolaborasi antara korporasi dan komunitas.

Pada puncak program tersebut yang bertajuk The Anchor Day pada Senin (13/10), di Jakarta, enam startup terpilih mempresentasikan gagasannya. Mereka mengangkat isu yang berkenaan dengan tiga sektor utama, yaitu Port Tourism, Sustainable Farming/Fisheries, dan Blue Carbon, di mana ketiganya beririsan dengan misi pembangunan berkelanjutan.

“Melalui ide-ide inovasi dari para startup, kami ingin memastikan program TJSL Pelindo tidak sekadar berhenti pada kegiatan filantropi, tetapi menjadi wadah penciptaan solusi yang benar-benar menjawab tantangan masyarakat pesisir,” ujar Lilyana, melalui keterangannya, Selasa (14/10).

Enam startup yang tampil adalah CarbonEthics dan Wastehub dari sektor Blue Carbon, MYCL dan Ijo dari Sustainable Farming/Fisheries, serta Alterstay dan Find Dolan dari sektor Port Tourism. Setiap tim menampilkan rancangan inovasi yang berpotensi menghadirkan lapangan kerja hijau, pengelolaan limbah yang lebih efisien, serta model wisata berbasis komunitas yang inklusif.

“Melalui ide inovasi dari pihak eksternal seperti startup, kami ingin mencari jawaban atas tantangan yang muncul dalam organisasi sekaligus memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” jelas Lilyana.

Ia berharap program ini bisa melahirkan model inovasi sosial baru yang bisa direplikasi di berbagai daerah pesisir di Indonesia, sekaligus menjadi penghubung dunia usaha dengan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik