Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
OBESITAS di Indonesia menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling mengkhawatirkan. Penyebab obesitas sangat kompleks, namun gaya hidup yang kurang bergerak, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta kurangnya edukasi gizi menjadi faktor dominan. Selain itu, faktor genetik dan lingkungan sosial juga turut berkontribusi.
Obesitas parah atau obesitas morbid merupakan kondisi kronis yang sulit ditangani hanya dengan diet dan olahraga. Ketika metode konservatif tidak berhasil, bedah bariatrik menjadi salah satu pilihan yang terbukti secara klinis dapat menyelamatkan nyawa.
RS EMC Alam Sutera peduli terhadap pentingnya penanganan obesitas berat secara komprehensif, termasuk melalui pendekatan medis seperti bedah bariatrik. Bariatric & Digestive Center merupakan salah satu layanan unggulan di RS EMC Alam Sutera.
RS EMC Alam Sutera mencatat pencapaian penting dalam upaya penanganan obesitas di Indonesia dengan berhasil melaksanakan 1000 tindakan bariatrik selama 10 tahun terakhir. Pencapaian ini merupakan tonggak bersejarah sekaligus bukti nyata komitmen rumah sakit dalam membantu masyarakat mencapai kualitas hidup yang lebih sehat.
Bedah bariatrik merupakan prosedur pembedahan dengan tindakan minimal invasive pada sistem pencernaan yang bertujuan membatasi jumlah makanan yang dapat dikonsumsi atau diserap tubuh, sehingga pasien mengalami penurunan berat badan. Prosedur ini dinilai efektif dalam membantu pasien dengan obesitas morbid menurunkan berat badan secara signifikan dan berkelanjutan, serta mengurangi risiko penyakit penyerta. Bedah bariatrik dapat membantu pasien mencapai penurunan berat badan hingga 50-70% dalam 12-18 bulan setelah operasi.
dr. Handy Wing, Sp.B, Subsp.BD(K), FBMS, FICS, FInaCS, Subspesialis Bedah Digestive Konsultan RS EMC Alam Sutera menyampaikan bedah bariatrik bukan semata prosedur kosmetik & estetik. "Ini adalah terapi intervensi medis yang menyelamatkan pasien dari risiko komplikasi serius seperti diabetes tipe 2, hipertensi, apnea tidur, hingga penyakit jantung," kata dia.
“Operasi ini aman jika dilakukan oleh tim multidisipliner dan dengan persiapan matang. Pasien juga wajib menjalani perubahan gaya hidup pascaoperasi agar hasilnya bertahan lama," lanjutnya.
Beberapa jenis operasi bariatrik yang umum dilakukan antara lain; Sleeve Gastrectomy (mengangkat sebagian besar lambung, mengurangi kapasitas makan), Gastric Bypass (mengalihkan saluran cerna agar penyerapan kalori berkurang), Gastric Banding (menggunakan pita silikon untuk membatasi asupan makanan).
“Setelah pasien berhasil menurunkan berat badan secara signifikan, tantangan berikutnya adalah penanganan perubahan bentuk tubuh,” jelas DR. dr. Irena Sakura Rini, MARS, Sp.BP-RE (K), Spesialis Bedah Plastik – Rekonstruksi dan Estetik RS EMC Alam Sutera.
“Melalui tindakan body conturing, kami membantu pasien mendapatkan Kembali proporsi tubuh yang ideal serta meningkatkan rasa percaya diri setelah perjalanan panjang mereka melawan obesitas,” tambahnya. (H-2)
Asam lambung mampu melarutkan logam, namun mengapa perut kita tidak ikut hancur?
Rasa lega setelah buang air besar ternyata bukan cuma soal fisik, tapi juga reaksi otak dan saraf.
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Obesitas adalah penyakit kronis kompleks. Dokter spesialis gizi ungkap faktor hormonal dan sel memori yang bikin berat badan susah turun. Simak solusinya!
Obesitas bukan sekadar berat badan berlebih, tapi penyakit kronis. Simak penjelasan dr. Vardian Mahardika mengenai risiko PCOS, Alzheimer, hingga sleep apnea.
Prevalensi obesitas di Indonesia naik menjadi 23,4%. Kemenkes imbau masyarakat cermat pilih pangan olahan dan batasi GGL. Simak panduan lengkapnya di sini.
PREVALENSI obesitas nasional pada penduduk berusia sekitar 18 tahun di Indonesia mengalami peningkatan. Angka ini naik dari 21,8% pada tahun 2018 menjadi 23,4% pada tahun 2023.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved