Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJER Kampanye Perkotaan dan Energi Walhi Dwi Sawung menyatakan bahwa langkah pemerintah untuk menangani pencemaran radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Cikande, masih belum maksimal.
“Ini masih harus telusuri kontaminasi dan orang-orang yang kontak. Perlu penelitian epidemiologi,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (5/10).
Lebih lanjut, menurutnya terkait dengan impor limbah dan pengelolaan limbah ini bukan kejadian baru-baru ini. Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk menghentikan impor limbah tidak mampu melakukan pengawasan.
“Kemudian dari sumber (limbah) lokal penegakan hukum yang lemah, kasus sebelumnya bahkan tidak jelas akhirnya bagaimana,” tegas Sawung.
Sebelumnya, pemerintah melalui Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 (Cs-137) dan Kesehatan Pada Masyarakat Berisiko Terdampak, telah bergerak menangani kejadian khusus cemaran radiasi Cesium-137 (Cs-137) yang terdeteksi di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Langkah-langkah intensif dikatakan terus dilakukan demi melindungi keselamatan masyarakat dan lingkungan dari dampak paparan bahan radioaktif.
Kasus cemaran radiasi ini telah ditetapkan sebagai kejadian khusus oleh pemerintah, sehingga seluruh sumber daya lintas sektor dikerahkan untuk mempercepat penanganan dan memastikan kawasan yang terdampak kembali aman. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi, keterbukaan informasi, dan partisipasi publik dalam proses pemulihan lingkungan hidup dari ancaman kontaminasi bahan radioaktif.
“Kerja sama lintas sektor, keterlibatan masyarakat dan keterbukaan informasi publik. Dukungan dari seluruh elemen diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat dari risiko kontaminasi bahan radioaktif,” tegas Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq.
Hingga 2 Oktober 2025, Tim Satgas Bidang I Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi Sumber Radiasi di bawah koordinasi Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, telah melakukan serangkaian upaya dekontaminasi secara menyeluruh.
Tim mengangkat material yang memiliki tingkat radiasi tinggi menggunakan peralatan berat, kemudian memindahkannya ke fasilitas penyimpanan sementara (interim storage) milik PT PMT.
Sebagai upaya pengendalian dampak, pada truk pengangkut sumber radiasi dilakukan pencegahan paparan radiasi seperti dinding ruang angkut yang dilapisi plat logam timbal untuk menghindari pancaran radiasi kepada lingkungan maupun pengemudi truk pengangkut tersebut.
Di salah satu titik terkontaminasi, yang diberi nama Lokasi F, sekitar dua tas besar (jumbo bag) material dan enam drum High-Density Polyethylene (HDPE) dengan kadar radiasi tinggi telah berhasil diamankan.
Secara total, hingga 2 Oktober 2025, dari lokasi A dan F telah diangkat sedikitnya 20 drum, 17 jumbo bag dan 3 pallet. Proses pengangkatan dan pengangkutan material terkontaminasi akan terus dilakukan hingga seluruh area yang terpapar radionuklida Cs-137 dinyatakan bersih. Sepanjang proses pelaksanaan dekontaminasi di lokasi A & F, kata Faisol, Tim Satgas dipandu oleh Petugas Proteksi Radiasi (PPR) dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir untuk melindungi keselamatan pelaksana kerja dari paparan radiasi yang berlebihan dan membahayakan.
Untuk mencegah meluasnya kontaminasi, sambung dia, Tim Satgas Brimob KBRN POLRI melakukan pengawasan ketat terhadap setiap kendaraan yang keluar-masuk kawasan industri. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan tidak ada kendaraan yang membawa jejak radiasi ke luar kawasan.
Kementerian Kesehatan telah memeriksa 1.562 pekerja yang beraktivitas di kawasan industri dan wilayah sekitarnya hingga radius 5 kilometer. Mereka yang terindikasi terpapar radiasi telah diberikan obat prussian blue, penawar racun yang berfungsi mengeluarkan radionuklida Cs-137 dari dalam tubuh.
Satgas melanjutkan kegiatan dekontaminasi lanjutan di seluruh titik yang terdeteksi paparan Cs-137 serta melakukan pemetaan ulang (remapping) area terpapar untuk memastikan tidak ada sumber radiasi yang terlewatkan. (H-4)
Hingga kini, sebanyak tujuh dari 12 titik terpapar di luar kawasan industri telah menjalani dekontaminasi.
Pemerintah Kabupaten Serang membuka sejumlah posko kesehatan di Kecamatan Cikande untuk pemeriksaan massal bagi warga terdampak radiasi Cesium-137
Pemerintah Provinsi Banten dan Polda Banten menegaskan keseriusan menangani radiasi Cesium-137 di kawasan industri Cikande. Warga zona merah akan direlokasi sementara ke tempat aman
Pemerintah menaikkan status kasus paparan radiasi Cesium-137 di kawasan industri Cikande ke tahap penyidikan
KLH menyiapkan relokasi sementara warga sekitar titik radiasi Cs-137 hingga dekontaminasi tuntas.
AKTIVIS Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Muhammad Aminullah menilai kondisi darurat sampah Tangerang bukan peristiwa mendadak, melainkan akumulasi kelalaian tata kelola.
Aktivis lingkungan yang juga Ketua Dewan WALHI Jawa Barat, Dedi Kurniawan, menilai, pemerintah membiarkan deforestasi karena adanya pihak-pihak yang bermain.
SEJUMLAH wilayah di Sumatra Barat (Sumbar) masih menghadapi dampak serius akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
BENCANA banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara (Sumut) belum diimbangi dengan penanganan bencana yang mumpuni.
Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Bobby Nasution mengatakan banjir dan longsor di Sumatra Utara disebabkan oleh cuaca ekstrem.
BENCANA yang kini tengah melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sangat mungkin terjadi di wilayah Jawa Barat, bahkan bisa lebih parah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved