Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kadin Indonesia menyatakan ada beberapa anggota yang bisnisnya terdampak atas temuan pencemaran radioaktif Cesium-137 (Cs-137) terhadap produk ekspor Indonesia
Pemeritah menargetkan dekontaminasi radioaktif dari pencemaran Cesium-137 atau Cs-137 rampung pada Desember 2025
MANAJER Kampanye Perkotaan dan Energi Walhi Dwi Sawung menyatakan bahwa langkah pemerintah untuk menangani pencemaran radioaktif Cesium-137 (Cs-137) masih belum maksimal.
TEMUAN radionuklida Cesium-137 (Cs-137) di kawasan industri Serang disebut sebagai kasus yang bersifat terlokalisasi dan terkendali. Masyarakat diimbau tenang
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Iqbal Mochtar menjelaskan bahwa paparan dalam dosis tinggi dan jangka waktu lama cesium-137 atau cs-137 dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius
Satgas penanganan bahaya radiasi radinuklida cesium-137 (Cs-137) dibentuk untuk kasus pencemaran radioaktif Cs-137 yang terdeteksi di kawasan Cikande
Kemenkes menyebut, dampak dari paparan radioaktif Cesium-137 ke tubuh manusiai dalam waktu singkat adalah merasakan Sindrom radiasi akut (ARS).
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan perlu penelitian terkait dampak paparan dari bahan radio aktif Cesium137 (Cs-137) yang sedang ramai di Cikande
Menteri LH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa dirinya sudah membentuk tim untuk mengecek soal dugaan produk cengkeh asal Indonesia terpapar radioaktif Cesium-137 (Cs-137).
MATERIAL radioaktif Cesium-137 (Cs-137) ditemukan di kawasan industri Cikande, Serang, Banten. Temuan itu menimbulkan keresahan warga.
Pemerintah telah mengumpulkan data dan informasi terkait sumber dugaan pencemaran di kawasan industri Cikande, khususnya pada fasilitas PT PMTI.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved