Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT dikejutkan dengan temuan udang hingga cengkeh ekspor yang diduga terkontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137). Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman, mengungkapkan efek dan dampak dari paparan Cs-137 ke tubuh manusiai dalam waktu singkat adalah merasakan Sindrom radiasi akut (ARS), yakni mual, muntah, diare, kelelahan, sakit kepala, hingga penurunan sel darah putih (limfosit).
"Orang yang terpapar juga bisa mengalami kerusakan kulit/jaringan seperti kemerahan, melepuh, luka bakar radiasi," kata Aji, Jumat (3/10).
Sementara itu dampak paparan radioaktif sangat tinggi, bisa berisiko perdarahan, infeksi berat, kerusakan organ, dan kematian.
Pada jangka panjang paparan rendah berulang atau internal berisiko kanker meningkat (leukemia, kanker jaringan lunak) akibat kerusakan DNA. Gangguan sumsum tulang dan imunitas seperti penurunan daya tahan tubuh.
"Efek reproduksi dan perkembangan bila paparan pada ibu hamil, risiko kelainan janin meningkat. Akumulasi di jaringan lunak dan otot seperti paparan kronis pada organ tubuh, dapat memicu gangguan metabolisme dan degeneratif," ungkapnya.
Namun, lanjut Aji, penting ditegaskan mayoritas paparan yang ditemukan masih pada level yang bisa ditangani dengan dekontaminasi, obat khusus, dan pemantauan kesehatan jangka panjang.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk ikuti pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas atau fasilitas kesehatan yang ditunjuk pemerintah.
Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan cara rajin cuci tangan, mandi setelah beraktivitas di area berisiko, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup.
"Segera laporkan ke tenaga kesehatan bila mengalami keluhan seperti mual, muntah, lemas, atau perubahan kesehatan lain. Pantau hanya informasi resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kemenkes, Satgas, dan pemerintah daerah," ujar Aji.
Radiasi tidak bisa dilihat, didengar, atau dicium, sehingga pemeriksaan kesehatan sangat penting untuk mengetahui dampaknya.
"Tidak perlu khawatir berlebihan, pemerintah telah melakukan dekontaminasi, pengamanan lokasi, dan penanganan medis. Jangan memberi stigma atau diskriminasi, solidaritas sosial membantu pemulihan bersama," pungkasnya. (H-3)
Kadin Indonesia menyatakan ada beberapa anggota yang bisnisnya terdampak atas temuan pencemaran radioaktif Cesium-137 (Cs-137) terhadap produk ekspor Indonesia
Pemeritah menargetkan dekontaminasi radioaktif dari pencemaran Cesium-137 atau Cs-137 rampung pada Desember 2025
MANAJER Kampanye Perkotaan dan Energi Walhi Dwi Sawung menyatakan bahwa langkah pemerintah untuk menangani pencemaran radioaktif Cesium-137 (Cs-137) masih belum maksimal.
TEMUAN radionuklida Cesium-137 (Cs-137) di kawasan industri Serang disebut sebagai kasus yang bersifat terlokalisasi dan terkendali. Masyarakat diimbau tenang
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Iqbal Mochtar menjelaskan bahwa paparan dalam dosis tinggi dan jangka waktu lama cesium-137 atau cs-137 dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius
Satgas penanganan bahaya radiasi radinuklida cesium-137 (Cs-137) dibentuk untuk kasus pencemaran radioaktif Cs-137 yang terdeteksi di kawasan Cikande
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved