Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Perencanaan DKI Mendapat Nilai Tertinggi

Putri Anisa Yuliani
11/5/2016 16:47
Perencanaan DKI Mendapat Nilai Tertinggi
(ANTARA)

KEPALA Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati mengungkapkan dua dari empat penghargaan yang didapat DKI di Istana Negara didasarkan pada terpenuhinya indikator dalam proses perencanaan pembangunan.

Dua penghargaan tersebut ialah Terbaik I Kategori Provinsi dengan Perencanaan Terbaik dan Terbaik I Kategori Provinsi dengan Perencanaan Inovatif.

"Ada 12 indikator seperti, pengentasan kemiskinan, penurunan tingkat kematian ibu dan anak, pengentasan AIDS, dan sebagainya. Pencapaian MDGs (Millennium Development Goals) kompilasi dari beberapa," kata Tuty di Balai Kota, Rabu (11/5).

Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DKI tahun selanjutnya yang selalu disusun awal tahun semenjak diberlakukan anggaran tahun berjalan. RKPD DKI juga mendapat penilaian paling inovatif dan paling banyak.

Dua penghargaan lainnya yang didapat Pemprov DKI yakni Millenium Development Goals (MDGs) 2016, Terbaik I Kategori Tingkat Pencapaian MDGs Terbaik Tahun 2015, dan Terbaik 1 Kategori Tingkat Pencapaian MDGs Terbanya Tahun 2015.

Tuty menyebut empat penghargaan sekaligus yang didapat oleh satu provinsi dalam satu periode ini adalah yang pertama kali dalam sejarah Musrenbangnas. "Ini berkat kepemimpinan Pak Gubernur dan kerja sama para SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan UKPD (Unit Kerja Perangkat Daerah)," tuturnya.

Menurut Tuty, banyaknya pembangunan yang juga dibangun melalui kewajiban, kontribusi serta tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan di DKI tak menjadi persoalan karena penyerapan DKI tetap cukup tinggi.

Hal tersebut disebabkan kebutuhan pembangunan di DKI juga cukup tinggi sehingga sumbangsih dari pengembang menjadi pelengkap dan komplementer. DKI pun dinilai baik oleh pemerintah pusat dalam hal efisiensi karena meminimalisir perjalanan dinas pegawai negeri sipil (PNS).

"Justru tidak ganggu. Kebutuhan belanja DKI ini sangat banyak. Kewajiban pengembang komplimen dari swasta. Sesuai peraturan yang sah tentunya. Lalu kita nih perjalanan paling efisien se-Indonesia. Kita sangat ngirit perjalanan dinas kita," jelasnya.

Sementara sesuai dengan arahan presiden, Tuty menyatakan pihaknya sebisa mungkin memaksimalkan belanja modal dan mengurangi anggaran sosialisasi serta honor-honor pegawai. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya