Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KESADARAN akan pentingnya menjaga lingkungan kini mulai bertumbuh di berbagai sudut Indonesia. Semangat perubahan itu terlihat jelas di RT 8 RW 4, Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, di mana warga bersama-sama memulai langkah kecil yang berdampak besar dengan melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga.
Kawasan ini dipilih sebagai lokasi percontohan (pilot project) dari Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) melalui tim Penguatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM), yang bertugas mengkampanyekan agar masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.
Langkah ini sejalan dengan arahan sistem pengelolaan sampah nasional, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku sejak dari tingkat rumah tangga.
Program ini diawali dengan serangkaian sosialisasi sejak Desember 2024, yang melibatkan berbagai instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta mendapat dukungan penuh dari Kelurahan Latsari dan Kecamatan Tuban. Edukasi dilakukan secara langsung kepada warga, dengan fokus pada pentingnya memilah sampah dari sumber serta cara praktis penerapannya di rumah.
Melalui kerja sama kolaboratif antar stakeholder, warga di RT 08 RW 04 Kelurahan Latsari menerima fasilitas pendukung berupa tempat sampah terpilah, komposter, timbangan, hingga leaflet edukasi. Petugas dan kader lingkungan juga turut mendampingi warga dalam proses pemilahan, penimbangan, hingga pencatatan sampah setiap hari, untuk memastikan kebiasaan baru ini berjalan secara konsisten.
Metode pemilahan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: sampah organik (sisa makanan, daun, ranting), sampah anorganik (plastik, kertas, logam), dan sampah B3 (baterai, lampu, botol spray). Pemilahan yang telah dilakukan di rumah, selanjutnya diambil oleh petugas sesuai jadwal yang telah disepakati.
“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang, melibatkan lebih banyak komunitas guna menumbuhkan kepedulian masalah sampah,” ungkap Edi Sunarto, Sekretaris DLHP Tuban, dalam keterangan yang diterima Media Indonesia, Kamis (25/9).
NYATA DARI MASYARAKAT
Seluruh warga yang terdiri dari 37 kepala keluarga di RT 8 RW 4 Kelurahan Latsari telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan pemilahan sampah dari rumah masing-masing. Upaya ini menghasilkan capaian yang cukup signifikan, di mana sebanyak 1.288 kg sampah terpilah berhasil dikumpulkan, terdiri dari 799 kg sampah organik dan 489 kg sampah anorganik.
Sampah organik kering kemudian dimanfaatkan oleh Bank Sampah Permata Sejahtera untuk diolah menjadi kompos. Sementara itu, sisa makanan basah diangkut ke TPS Gang PDI oleh petugas untuk pengelolaan lebih lanjut.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengingat visual atas komitmen mereka, rumah-rumah yang telah konsisten memilah sampah diberikan stiker khusus. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi warga lain di sekitar Tuban untuk melakukan hal serupa.
MOTOR PENGGERAK
Hery Kurniawan, Ketua RT 8, menjadi motor penggerak perubahan perilaku warganya. Memiliki latar belakang di bidang manajemen lingkungan dan pengalaman panjang bekerja di PT Semen Indonesia, Hery memahami betul tantangan sekaligus peluang dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Pengalamannya berinteraksi dengan berbagai komunitas lokal membentuk visi bahwa masalah sampah bukan hanya urusan teknis, tetapi persoalan edukasi dan budaya. Ia pun menerapkan pendekatan ekopedagogi—metode pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan lingkungan dengan praktik nyata—untuk memberdayakan warga di lingkungannya.
Harapannya, model seperti ini tidak berhenti di satu RT atau satu kelurahan saja. Jika diterapkan di tingkat yang lebih luas—bahkan hingga skala kota—dengan dukungan kebijakan dan fasilitas yang memadai, pola pengelolaan berbasis kolaborasi ini berpotensi menciptakan sistem persampahan yang lebih baik, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi lingkungan maupun kesejahteraan warga.
Plt. Kepala Satker Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah 2 BPBPK Jawa Timur, Cahyani Ainin Azizah menjelaskan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran aktif masyarakat. Program ini menekankan pada edukasi, sosialisasi, dan praktik nyata pengelolaan sampah.
“Dengan keterlibatan semua elemen, kita harap Tuban dapat menjadi contoh dalam penerapan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan,” pungkasnya. (H-1)
UMJ membantah keras isu ‘mahar aksi’ dalam demonstrasi BEM soal sampah Tangsel. Kampus menilai tudingan tersebut menyesatkan dan tidak berdasar.
Mulai pekan ini, setiap KK yang sebelumnya menerima dua galon air mineral per minggu, kini akan mendapatkan empat galon air secara rutin selama satu bulan ke depan.
Wali Kota Tangsel memastikan pihaknya telah mengamankan kesepakatan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi untuk mengurai penumpukan.
Dalam tuntutannya, BEM UMJ mendesak Wali Kota Tangsel bertanggung jawab atas terjadinya penumpukan sampah, khususnya di wilayah Ciputat dan sekitarnya.
Darurat sampah Tengerang dan Tangsel disebut pengamat sebagai bukti dari kegagalan tata kota dan pengelolaan sampah dalam jangka panjang.
AKTIVIS Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Muhammad Aminullah menilai kondisi darurat sampah Tangerang bukan peristiwa mendadak, melainkan akumulasi kelalaian tata kelola.
Sebanyak 282 keluarga korban angin beliung di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menerima bantuan paket sembako dari Pemkab setempat, Kamis (11/12).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, menggelar penguatan dan percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di pendopo Pemkab.
Joko menjelaskan, monitoring ini bukan sekedar ceremonial, tapi menjadi upaya untuk meneguhkan komitmen dan menguatkan sinergi terhadap upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Sebanyak 46 CPNS Formasi Tahun 2024 di lingkungan Pemkab Tuban menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan dari Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, pada Selasa (3/6).
Pemkab Tuban, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran APBD senilai Rp4 miliar untuk peningkatan jalan lingkar sepanjang 19 kilometer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved