Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH penerima bantuan sosial (bansos) sempat mengalami pencabutan rekening karena terindikasi masalah. Menurut peneliti senior tata kelola kemiskinan dan ketimpangan dari Smeru Institute, Asri Yusrina, kondisi ini tidak serta-merta menutup kesempatan mereka untuk kembali menerima bantuan.
"Selama penerima bisa menunjukkan sanggahan yang jelas dan lolos verifikasi di tingkat kelurahan, maka tidak ada masalah bagi mereka untuk memperoleh kembali haknya," kata Asri saat dihubungi, Selasa (16/9).
Menurutnya, penerima bansos yang terindikasi bermasalah biasanya disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya, NIK dan nama ganda, penerima berasal dari keluarga aparatur sipil negara (ASN), penerima dari keluarga dengan gaji di atas upah minimum provinsi (UMP), hingga terindikasi kasus seperti judi online (judol).
Ia mengatakan, misalnya untuk kasus NIK atau nama ganda, penyelesaiannya harus dilakukan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Oleh karenanya, semua indikasi masalah tersebut dapat diselesaikan dengan cara melakukan proses verifikasi ulang sesuai dengan kebutuhannya.
"Mereka yang sempat terindikasi masalah bisa kembali menerima bansos, karena setiap kasus memiliki alasan yang berbeda. Tidak masalah apabila mereka mampu menunjukkan sanggahan yang jelas, lengkap dengan bukti, dan diverifikasi di tingkat kelurahan," tuturnya.
Diketahui sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) membuka kesempatan bagi sekitar 600 ribu penerima bantuan sosial (bansos) yang status rekeningnya dicabut karena terindikasi bermasalah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa penerima bansos yang terdampak masih bisa kembali menerima bantuan apabila menyelesaikan verifikasi dan pemutakhiran data.
"Sebagian ada yang benar-benar menyalahgunakan, ya katakanlah salah satunya bertransaksi judi online, tapi ada juga yang dimanfaatkan pihak lain. Oleh karena itu kami beri kesempatan untuk melakukan pemutakhiran data," kata Saifullah, Senin (15/9). (Fik/M-3)
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan usaha sebesar Rp5 juta per keluarga terdampak bencana. Bantuan ini disalurkan melalui Pokja Pemberdayaan Pasca Bencana.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri, BPBD dan Pemda terus mempercepat upaya distribusi bufferstock logistik,
SEKRETARIS Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan penerima BLT kesra sudah 85 persen dari target, sedangkan Menko Airlangga mengatakan sudah 26,2 juta orang menerima bantuan itu dari 35 juta
Kementerian Sosial memberikan atensi khusus terhadap penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, terutama di wilayah yang masih terisolasi seperti Aceh Tamiang.
Kemensos mendirikan 30 dapur umum yang menyediakan lebih dari 80 ribu porsi makanan per hari untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved