Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS fisik ringan selama lima menit telah terbukti dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi secara alami. Kegiatan ini dapat dilakukan tanpa alat khusus dan bisa menjadi bagian dari rutinitas harian, terutama untuk mereka yang mengalami hipertensi.
Menurut EatingWell, latihan yang dilakukan selama lima menit dapat memberikan manfaat positif bagi sistem peredaran darah dan fungsi jantung, terutama jika dilakukan secara teratur. Aktivitas sederhana ini membantu mengaktifkan saraf parasimpatik, yang berperan dalam menenangkan tubuh dan menurunkan tekanan darah.
Latihan ini melibatkan pernapasan dalam dengan cara menarik napas melalui hidung secara perlahan, menahan napas selama beberapa detik, kemudian mengeluarkannya lewat mulut. Lakukan selama 5 menit dengan tempo yang lambat. Latihan ini membantu menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik yang berperan dalam respons stres dan tekanan darah tinggi.
Gerakan berjalan di tempat dengan lutut yang diangkat setinggi pinggang dapat meningkatkan aliran darah serta menjaga detak jantung tetap teratur. Kegiatan fisik ringan semacam ini membantu meredakan tekanan pada jantung dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah.
Gerakan peregangan pada otot leher, bahu, lengan, dan kaki dapat membantu mengurangi ketegangan otot serta memperlancar sirkulasi darah. Melakukan peregangan dengan perlahan dan rutin dapat menurunkan tekanan darah yang meningkat akibat stres baik fisik maupun emosional.
Metode ini melibatkan kontraksi otot dari kepala hingga kaki secara berurutan, kemudian melepaskannya sambil mengatur pernapasan. Metode ini dapat mengurangi stres dan ketegangan yang bisa memicu tekanan darah tinggi.
Lakukan push-up dengan bertumpu pada dinding sebagai alternatif dari push-up di lantai. Gerakan ini aman untuk pemula dan efektif dalam memperkuat otot jantung serta memperlancar peredaran darah. Melakukannya selama 5 menit dengan perlahan, wall push-up dapat menjaga kesehatan jantung tanpa memberikan beban berlebih pada tubuh.
Latihan-latihan ini umumnya aman untuk dilakukan oleh mayoritas orang, termasuk lansia, asalkan tidak ada kondisi medis tertentu yang membatasi gerak. Namun, tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai rutinitas olahraga, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung, stroke, atau gangguan pembuluh darah lainnya.
Aktivitas fisik ringan ini sebaiknya dilakukan setiap hari untuk memperoleh manfaat dalam jangka panjang. Masyarakat juga dianjurkan untuk menggabungkan latihan ini dengan pola makan yang sehat, tidur yang cukup, dan manajemen stres agar tekanan darah tetap stabil. (EatingWell/Siloam Hospital/Halodoc/Z-2)
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved