Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KAFEIN yang banyak terdapat dalam kopi dan teh telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Bagi penderita diabetes, konsumsi kafein menimbulkan pertanyaan penting. Apakah kafein memberikan perlindungan atau justru menjadi ancaman bagi kesehatan mereka?
Sejumlah penelitian menunjukan penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak akan sulit mengendalikan kadar gula. Kafein diduga mengganggu kerja hormon insulin, sehingga tubuh sulit menyerap gula dari darah ke dalam sel, yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi serius seperti kerusakan saraf dan ginjal.
Studi lain menyebutkan konsumsi kafein sekitar 200-250 mg (setara 1-2 cangkir kopi atau 3-4 cangkir teh hitam) sudah cukup meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 karena menurunkan sensitivitas insulin. Setiap individu memiliki reaksi yang berbeda terhadap kafein, tergantung usia dan berat badan.
Di sisi lain, kafein juga mengandung polifenol, antioksidan yang dapat mengurangi risiko diabetes pada orang sehat dan membantu mencegah peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Kopi hitam tanpa gula bahkan disebut dapat menurunkan risiko diabetes berkat kandungan kafein dan antioksidannya yang meningkatkan sensitivitas insulin. Namun, manfaat ini hanya berlaku jika kopi dikonsumsi tanpa tambahan gula dan dalam jumlah wajar.
Penderita diabetes disarankan membatasi konsumsi kopi tidak lebih dari 2 cangkir per hari dan teh tidak lebih dari 3 cangkir per hari, serta menghindari penggunaan gula berlebihan pada minuman tersebut. Pemantauan kadar gula darah secara rutin dan konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan untuk mengetahui respons tubuh terhadap kafein.
Kadar kafein tinggi dalam darah cenderung menjadi ancaman bagi penderita diabetes karena dapat meningkatkan kadar gula darah dan risiko komplikasi. Namun, konsumsi kafein dalam jumlah terbatas dan tanpa gula masih dapat memberikan manfaat antioksidan. Oleh karena itu, pengaturan konsumsi kafein yang bijak dan pengawasan medis sangat penting bagi penderita diabetes. (Alodokter/KlikDokter/Z-2)
Riset terbaru Johns Hopkins mengungkap peran testosterone dan estradiol terhadap risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.
Golongan darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi yang jauh lebih luas, termasuk potensi sebagai agen antidiabetes.
Menurut Healthline dan Cleveland Clinic, resistensi insulin terjadi ketika sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif.
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang mengungkap konsumsi pengawet makanan olahan dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 47%. Simak penjelasannya.
Banyak orang mengeluhkan rasa cepat lapar setelah makan mi instan, padahal makanan ini sering dianggap praktis dan mengenyangkan.
Langkah pertama dalam merawat luka diabetes adalah menjaga kebersihan luka setiap hari. Luka harus dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun
Hormon FGF19 yang diproduksi usus halus berperan penting dalam pengaturan penggunaan energi tubuh.
Kebiasaan jalan kaki setelah makan sering diremehkan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Gula darah atau glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh manusia. Glukosa berasal dari makanan yang kita konsumsi setiap hari, terutama dari karbohidrat.
Sarapan adalah waktu makan yang sangat penting, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kestabilan kadar gula darah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved