Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PRE-diabetes merupakan kondisi medis ketika kadar gula dalam darah melebihi batas normal, namun belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes tipe 2. Ironisnya, kondisi ini kerap tidak disadari karena minimnya gejala yang tampak. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan gula darah secara berkala sangatlah penting untuk mencegah perkembangan penyakit yang lebih serius.
Berdasarkan informasi dari Halodoc, penderita diabetes tipe 2 tidak memerlukan pemeriksaan gula darah seintens pengidap diabetes tipe 1. Namun, pemantauan tetap diperlukan secara teratur mengikuti arahan tenaga medis untuk menjaga kestabilan kondisi kesehatan.
Bagi individu tanpa riwayat diabetes, pengecekan gula darah idealnya dilakukan setiap tiga tahun, khususnya bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti:
Mereka yang tergolong berisiko tinggi atau sudah menunjukkan tanda-tanda pre-diabetes sangat disarankan untuk menjalani tes gula darah lebih sering.
Diktip dari laman resmi Sirka Health, frekuensi pemeriksaan sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh dan jenis pengobatan yang dijalani. Pengidap diabetes tipe 1 umumnya perlu melakukan pengecekan 4–10 kali per hari, sedangkan penderita diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin bisa melakukannya beberapa kali sehari. Bagi yang tidak memakai insulin, pemeriksaan cukup mengikuti anjuran medis.
Menurut Mayo Clinic, perubahan pola hidup dapat menurunkan kadar gula darah dan mencegahnya berkembang menjadi diabetes tipe 2. Berikut beberapa kebiasaan sehat yang bisa diterapkan:
Anak-anak dengan kondisi pre-diabetes juga disarankan mengadopsi pola hidup sehat.
Hal ini mencakup pengurangan berat badan, pembatasan asupan karbohidrat dan lemak olahan, peningkatan konsumsi serat, pengurangan porsi makan, pembatasan makan di luar rumah, serta olahraga rutin minimal satu jam per hari.
Mendeteksi pre-diabetes sedini mungkin dan menjalani pola hidup sehat adalah langkah strategis untuk mencegah munculnya diabetes tipe 2. Jangan menunggu hingga gejala muncul—jadwalkan pemeriksaan kadar gula darah Anda dan mulai ubah gaya hidup Anda dari sekarang. (Halodoc, Sirka Health, Mayo Clinic/Z-10)
Banyak orang mengeluhkan rasa cepat lapar setelah makan mi instan, padahal makanan ini sering dianggap praktis dan mengenyangkan.
Langkah pertama dalam merawat luka diabetes adalah menjaga kebersihan luka setiap hari. Luka harus dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun
Hormon FGF19 yang diproduksi usus halus berperan penting dalam pengaturan penggunaan energi tubuh.
Kebiasaan jalan kaki setelah makan sering diremehkan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Gula darah atau glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh manusia. Glukosa berasal dari makanan yang kita konsumsi setiap hari, terutama dari karbohidrat.
Sarapan adalah waktu makan yang sangat penting, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kestabilan kadar gula darah.
golongan darah juga dapat memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.
Riset terbaru Johns Hopkins mengungkap peran testosterone dan estradiol terhadap risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.
Golongan darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi yang jauh lebih luas, termasuk potensi sebagai agen antidiabetes.
Menurut Healthline dan Cleveland Clinic, resistensi insulin terjadi ketika sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved