Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Pre-diabetes adalah kondisi di mana kadar gula darah seseorang sudah lebih tinggi dari normal, namun belum mencapai tingkat diabetes. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sudah berada dalam tahap ini karena gejalanya yang sering kali tidak terlihat. Oleh karena itu, pemeriksaan gula darah secara rutin sangat penting untuk mendeteksi kondisi ini lebih awal dan mencegah berkembangnya diabetes tipe 2.
Menurut Halodoc, pengidap diabetes tipe 2 tidak perlu terlalu sering melakukan cek gula darah seperti pengidap diabetes tipe 1. Namun pemeriksaan tetap harus dilakukan secara rutin sesuai anjuran dokter untuk memantau kondisi kesehatan.
Pada orang sehat, pemeriksaan gula darah bisa dilakukan minimal setiap tiga tahun, terutama jika memiliki faktor risiko seperti usia di atas 45 tahun, berat badan berlebih, atau riwayat keluarga diabetes.
Orang dengan faktor risiko diabetes atau yang sudah menunjukkan gejala pre-diabetes disarankan untuk melakukan pemeriksaan gula darah lebih sering. Menurut Sirka Health, frekuensi pemeriksaan gula darah sangat bergantung pada kondisi kesehatan dan pengobatan yang dijalani.
Pengidap diabetes tipe 1 biasanya perlu memeriksa gula darah 4-10 kali sehari, sedangkan pengidap diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin dianjurkan melakukan cek beberapa kali sehari. Mereka yang tidak menggunakan insulin cukup melakukan pemeriksaan sesuai anjuran dokter.
Menurut Mayo Clinic, pilihan gaya hidup sehat dapat membantu mengembalikan kadar gula darah ke tingkat normal, atau setidaknya mencegahnya naik ke tingkat diabetes tipe 2. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Anak-anak yang mengalami pre-diabetes juga perlu mengikuti perubahan gaya hidup sehat, seperti menurunkan berat badan, mengurangi konsumsi karbohidrat dan lemak olahan, meningkatkan serat, mengurangi ukuran porsi, makan di luar lebih jarang, dan melakukan aktivitas fisik minimal satu jam setiap hari.
Memeriksa gula darah secara rutin dan menerapkan gaya hidup sehat adalah kunci utama untuk mencegah pre-diabetes berkembang menjadi diabetes tipe 2. Jangan menunggu hingga gejala muncul—mulailah rutin memeriksa kadar gula darah dan terapkan gaya hidup sehat sejak dini! (Halodoc/Sirka Health/Mayo Clinic/Z-2)
Riset terbaru Johns Hopkins mengungkap peran testosterone dan estradiol terhadap risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.
Golongan darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi yang jauh lebih luas, termasuk potensi sebagai agen antidiabetes.
Menurut Healthline dan Cleveland Clinic, resistensi insulin terjadi ketika sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif.
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang mengungkap konsumsi pengawet makanan olahan dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 47%. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved