Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) cabang Tangerang Selatan, Santo Wirawan, bertemu dengan Kepala BGN (Badan Gizi Nasional), Dadan Hindayana, dalam rangka memperkuat kolaborasi program sosial yang fokus pada peningkatan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga kurang mampu.
Dalam pertemuan tersebut, Santo Wirawan menegaskan komitmen INTI Tangsel untuk terus mendukung program MBG yang dinilai sangat bermanfaat dan relevan dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan kuat.
“Program MBG ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. INTI Tangsel akan terus hadir dan mendukung demi kemaslahatan bersama,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Sabtu (21/6).
INTI Tangsel sendiri telah dua kali terlibat aktif dalam pelaksanaan program MBG. Pertama, melalui kegiatan sosial berupa pembagian makanan bergizi dan susu gratis kepada 842 siswa SD Negeri Pamulang 01 tanggal 03 Oktober 2024. Kedua, pada acara puncak Peduli Kasih yang digelar di Vihara Hemadhiro Mettavati, Kapuk – Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat, 21 Maret 2025. Dalam dua kegiatan tersebut, total 1.000 porsi makanan bergizi telah dibagikan secara cuma-cuma.
Program MBG yang dipimpin oleh Prof. Dadan Hindayana dikenal sebagai gerakan sosial yang konsisten dalam menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis bagi masyarakat, tanpa memandang latar belakang.
Santo Wirawan berharap kerja sama antara INTI Tangsel dan BGN akan terus berlanjut serta menjangkau lebih banyak wilayah dan penerima manfaat.
“Ini bukan sekadar kegiatan berbagi, tapi juga investasi masa depan bangsa melalui pemenuhan gizi anak-anak kita,” tegasnya.
Kolaborasi antara BGN dan INTI Tangsel menjadi bukti bahwa sinergi antarorganisasi dapat memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat luas. (H-2)
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Peninjauan akan melibatkan instansi terkait guna memastikan setiap dapur MBG memenuhi standar lokasi, spesifikasi bangunan, serta aspek keselamatan dan kesehatan.
Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar pembagian makanan biasa, melainkan instrumen besar untuk melakukan perubahan perilaku.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved