Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES mellitus bukan hanya soal kadar gula darah tinggi. Salah satu komplikasi paling serius dari penyakit ini adalah gangguan pada kaki yang, jika tidak ditangani dengan tepat, bisa berujung pada amputasi.
Sayangnya, banyak penderita diabetes tidak menyadari bahwa gejala awal sudah muncul di kaki mereka. Luka kecil, rasa kebas, atau perubahan warna kulit sering dianggap sepele—padahal bisa menjadi tanda awal dari neuropati diabetik atau gangguan sirkulasi darah.
Menurut data Kementerian Kesehatan, lebih dari 60% kasus amputasi non-traumatik di Indonesia terjadi pada pasien diabetes. Padahal, sebagian besar kasus dapat dicegah dengan deteksi dini dan perawatan yang tepat.
Dr. Anita Wulandari, Sp.PD, seorang dokter spesialis penyakit dalam, mengimbau para penderita diabetes untuk rutin memeriksa kondisi kaki. "Perhatikan setiap perubahan kecil, termasuk luka, pembengkakan, atau perubahan suhu. Jangan tunggu sampai parah," ujarnya.
Ia juga menyarankan untuk menjaga kebersihan kaki, menggunakan alas kaki yang nyaman, dan segera berkonsultasi jika menemukan gejala mencurigakan.
Tanda-tanda gangguan pada kaki akibat diabetes seringkali datang perlahan dan tampak sepele. Namun, jika dibiarkan, bisa berakibat fatal. Dengan perhatian yang cukup dan pemeriksaan rutin, risiko amputasi dapat ditekan secara signifikan. (Z-10)
Ahli nutrisi menyarankan makan sayuran non-tepung lebih dulu sebelum protein dan karbohidrat untuk mengatur gula darah, memperlambat pencernaan karbohidrat.
Penelitian terbaru ungkap sari lemon dapat memperlambat pencernaan pati dan menekan lonjakan gula darah setelah makan karbohidrat.
Mengenali tanda-tanda awal gula darah tinggi, mengetahui langkah pertolongan pertama, serta menerapkan pola hidup pencegahan menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Banyak orang mengaitkan kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia langsung dengan diabetes. Namun, kenyataannya ada faktor lain.
Risiko metabolisme tubuh juga perlu diwaspadai dari tingginya kadar gula darah. Selain resistensi insulin, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan komplikasi serius
Latihan kekuatan atau angkat beban dapat memberikan manfaat yang lebih besar daripada olahraga lari, khususnya dalam mengontrol gula darah dan mengurangi lemak tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved