Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA peneliti dari Universitas Manchester telah memperkirakan akan ada peningkatan risiko infeksi jamur selama beberapa tahun mendatang. Termasuk penyebaran signifikan beberapa patogen jamur beracun di seluruh Eropa yang luasnya akan bergantung pada tindakan global untuk mengurangi perubahan iklim.
Kurangnya mitigasi iklim akan meningkatkan penyebaran patogen jamur di area tertentu, sehingga lebih banyak orang yang berisiko.
Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan pada platform pracetak Research Square dan didanai oleh Wellcome, dampak kenaikan suhu pada jamur penyebab infeksi telah dipetakan pada berbagai skenario mitigasi perubahan iklim hingga 2100.
Dengan menggunakan pemodelan dan prakiraan iklim, Dr. Norman van Rhijn dari University of Manchester dan rekan-rekannya telah memetakan bagaimana distribusi global dari tiga patogen jamur (Aspergillus flavus, Aspergillus fumigatus, dan Aspergillus niger) dapat diperkirakan akan berubah sebagai akibatnya.
Munculnya jamur patogen merupakan masalah nyata dan didorong oleh perubahan iklim. Jamur adalah organisme yang sangat mudah beradaptasi, dengan genom yang besar dan mudah dibentuk yang memungkinkan mereka untuk menjajah geografi baru dan bertahan hidup saat lingkungan mereka berubah.
“Perubahan faktor lingkungan, seperti kelembapan dan cuaca ekstrem, akan mengubah habitat dan mendorong adaptasi serta penyebaran jamur,” kata Dr. Norman van Rhijn, dilansir dari laman Universitas Manchester, Senin (26/5).
“Kita telah melihat munculnya jamur Candida auris akibat meningkatnya suhu, tetapi, hingga saat ini, kita hanya memiliki sedikit informasi tentang bagaimana jamur lain dapat merespons perubahan lingkungan ini,” imbuhnya.
Menurutnya, jamur relatif kurang diteliti dibandingkan dengan virus dan parasit. Namun peta ini menunjukkan bahwa patogen jamur kemungkinan akan memengaruhi sebagian besar wilayah di dunia di masa mendatang.
“Meningkatkan kesadaran dan mengembangkan intervensi yang efektif untuk patogen jamur akan sangat penting untuk mengurangi konsekuensinya,” jelasnya.
Peta tersebut menunjukkan bahwa dalam ekonomi yang bergantung pada bahan bakar fosil, sebagaimana diuraikan dalam skenario IPCC SSP585, iklim akan berubah menjadi cocok bagi patogen jamur untuk menyebar ke wilayah geografis baru, dengan peningkatan yang nyata di Eropa.
(H-3)
PENYEBARAN jamur beracun Aspergillus flavus dapat meningkat sekitar 16%, sehingga 1 juta orang lebih berisiko mengalami infeksi jamur yang mematikan ini di Eropa.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam hal mitigasi bencana yang tepat di tengah ancaman dampak perubahan iklim yang semakin besar.
MOMEN Global Climate Change Week 2025 (GCCW2025) yang berlangsung setiap akhir Oktober menjadi pengingat pentingnya kontribusi semua pihak untuk menekan laju perubahan iklim.
PERUBAHAN iklim memiliki dampak signifikan bagi manusia. Mulai dari ancaman cuaca ekstrem yang diikuti dengan bencana alam, kekeringan, hingga meningkatnya berbagai ancaman kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved