Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
DOKTER Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Faisal Parlindungan, membagikan beberapa tips yang dapat dilakukan jamaah haji saat menjalankan ibadah di bawah terik matahari.
"Perbedaan yang signifikan antara cuaca di Indonesia dan cuaca di Arab Saudi dapat menjadi tantangan bagi jamaah haji," ujar
Faisal, Senin (5/5).
Menurutnya, suhu di Arab Saudi diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius yang dapat menimbulkan risiko dehidrasi, kelelahan, hingga heat stroke.
Ia pun menyarankan agar jamaah haji dapat mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah penularan penyakit.
Kemudian makan makanan yang bergizi seimbang dan teratur, minum air sesering mungkin tanpa menunggu haus, buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka dan timun juga dapat dikonsumsi.
"Usahakan minum segelas air setiap 15-20 menit saat beraktivitas di luar ruangan," tambahnya.
Dalam mengonsumsi air, disarankan agar membatasi minum tidak lebih dari 1,5 liter per jam agar tidak membebani tubuh.
Ia juga menyarankan untuk menggunakan payung atau pelindung kepala untuk menghindari paparan panas langsung jika memungkinkan. Penggunaan pakaian longgar, topi, tabir surya untuk melindungi kulit dari sengatan matahari juga dapat dilakukan.
Tidak lupa ia juga mengingatkan agar jamaah membawa obat-obatan pribadi sesuai anjuran dokter serta mencukupi kebutuhan istirahat dan menjaga pikiran agar positif.
"Dengan menjaga kesehatan, jamaah haji dapat menjalankan ibadah haji secara maksimal dan tetap sehat hingga kembali ke Indonesia," tambahnya.
Lebih lanjut soal kesehatan pencernaan, ia menyarankan agar mengonsumsi makanan yang matang dan sempurna serta bersih dengan mencuci buah dan sayur dengan air bersih.
Memilih makanan yang tinggi serat seperti sayur dan buah juga patut dilakukan untuk mencegah sembelit dan menjaga imunitas tubuh.
"Hindari susu mentah atau daging mentah," tegasnya. (Ant/Z-1)
SETELAH dirawat kurang lebih dua bulan di Tanah Suci, satu jemaah haji Debarkasi Padang akhirnya pulang ke Tanah Air. Ia adalah Mariatun Buyung Sutan (51) jemaah ex Kloter 05 Padang.
KETUA Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siradj, mengatakan bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah menjadi langkah tepat untuk memperkuat ekosistem penyelenggaraan haji.
Transformasi Badan Penyelenggara (BP) Haji menjadi Kementerian Haji melalui revisi Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah merupakan langkah besar.
SELURUH sumber daya manusia (SDM) maupun infrastruktur penyelenggaraan ibadah haji kini melebur menjadi kementerian ibadah haji dan umrah. Sebelumnya haji dan umrah ada di Kementerian Agama
Persiapan haji di Indonesia tahun depan masih dinamis, baik itu terkait revisi UU Haji sampai Badan Penyelenggara Haji yang didorong menjadi Kementerian Haji.
Rencana pemerintah untuk membentuk Kementerian Haji dinilai tidak akan menyelesaikan persoalan mendasar tata kelola penyelenggaraan ibadah haji.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved