Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEROKOK pasif adalah seseorang yang tidak merokok secara langsung, tetapi menghirup asap rokok dari lingkungan sekitar akibat orang lain yang sedang merokok. Istilah ini juga sering disebut sebagai secondhand smoker.
Perokok pasif sama-sama terancam kesehatannya seperti perokok aktif. Oleh karena itu, menjauh dari asap rokok dan mendorong lingkungan bebas rokok sangat penting untuk kesehatan jangka panjang.
Paparan asap rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah, memicu serangan jantung.
Perokok pasif rentan terkena bronkitis, emfisema, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Menghirup asap rokok dalam jangka panjang meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru meskipun tidak merokok.
Asap rokok dapat memicu serangan asma atau memperburuk kondisi penderita asma.
Anak-anak dan dewasa yang sering terpapar bisa mengalami batuk kronis, pilek, hingga radang tenggorokan.
Zat kimia dalam asap rokok bisa menyebabkan iritasi kronis dan berisiko kanker di saluran napas atas.
Ibu hamil yang terpapar asap rokok berisiko melahirkan bayi prematur, berat badan lahir rendah, hingga cacat lahir.
Paparan jangka panjang meningkatkan kemungkinan penyumbatan pembuluh darah otak.
Sistem kekebalan tubuh bisa melemah, membuat perokok pasif lebih mudah terkena penyakit.
Asap rokok dapat menyebabkan mata merah, perih, dan hidung tersumbat atau pilek.
Anak-anak yang menjadi perokok pasif lebih rentan terkena infeksi telinga tengah (otitis media).
Paparan asap rokok bisa memengaruhi perkembangan paru-paru dan fungsi kognitif anak.
Bayi yang terpapar asap rokok lebih rentan mengalami sindrom kematian mendadak (Sudden Infant Death Syndrome).
Menjadi perokok pasif sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak, bayi, dan ibu hamil. Upaya menghindari lingkungan dengan asap rokok sangat penting untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang tercinta. (Z-4)
Perokok pasif tetap berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan, karena asap rokok mengandung ribuan zat berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan zat karsinogen.
Ahli membagikan cara sederhana sehari-hari yang dapat membantu memperpanjang usia hingga sepuluh tahun. Salah satunya, hindari menjadi perokok aktif maupun perokok pasif.
Kanker paru-paru tidak hanya menyerang perokok. Asap rokok, polusi, asbes, radon, hingga faktor genetik dapat meningkatkan risikonya pada nonperokok.
Dampaknya, bisa mengalami gangguan pernapasan, penyakit jantung, kanker paru-paru, dan penurunan sistem imun. Anak-anak dan ibu hamil sangat rentan terhadap infeksi
Rokok tidak hanya membunuh perokok aktif, tetapi juga mengancam nyawa perokok pasif yang menghirup asapnya. Meskipun tidak merokok, mereka tetap terpapar zat beracun yang memicu penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved