Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
BADAN Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat tren peningkatan tingkat keterhunian rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pada 2022, dari 57.757 rumah yang dipantau, 41.435 rumah dihuni sesuai ketentuan atau sebesar 71,62%.
Pada 2023, BP Tapera berhasil memantau 70.422 rumah dengan 65.162 rumah dihuni (92,53%). Pada 2024, dari 66.541 rumah yang dipantau, 62.294 rumah dihuni sesuai ketentuan (93,62%).
“Sedangkan di tahun 2025 ini, BP Tapera menargetkan sampling sebanyak 80.000 unit rumah,” kata Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera Muhammad Nauval Al Ammari saat Bimbingan Teknis Petugas Pemantauan Rumah FLPP 2025 di Bandung, Rabu (23/4), dikutip dari keterangan resmi.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan, hasil pemantauan yang dilakukan oleh para petugas ini menjadi rujukan bagi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam (PKP) memastikan hunian yang layak. Selain itu juga untuk mengidentifikasi pengembang yang tidak bertanggung jawab terhadap kualitas bangunan, sarana prasarana, serta fasilitas umum yang dibangunnya.
“Ada keterkaitan antara tingkat keterhunian dan kualitas hunian. Para penghuni dapat atau tidaknya menghuni rumahnya dikarenakan kualitas bangunan menjadi salah satu faktor penyebabnya,” terang Heru.
Oleh karena itu, ia mengimbau petugas pemantauan turut memantau dan menerima aduan yang disampaikan para penghuni ketika melakukan kunjungan lapangan. “Catat dan sampaikan kepada kami jika ada keluhan. Kami akan tindaklanjuti bersama para bank penyalur untuk membina pengembang-pengembang yang bermasalah,” tegas Heru.
Menurutnya, bimbingan teknis ini sebagai salah satu upaya dan bentuk dukungan BP Tapera terhadap pemerintah dalam memastikan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memperoleh haknya dengan baik.
Dalam rangkaian kegiatan ini, BP Tapera juga memberikan penghargaan kepada para petugas pemantauan tahun 2024 yang berkinerja sangat baik. Petugas pemantauan rumah FLPP juga diberikan pembekalan mengenai integritas oleh Kepala SPI BP Tapera. (H-1)
Ekspo Properti Sulteng 2025 di Palu, Sulawesi Tengah.
BADAN Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mendorong agar akad kredit Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hanya boleh dilakukan ketika rumah sudah siap huni.
PROGRAM nasional Presiden Prabowo Subianto dalam membangun 3 juta rumah layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus dijalankan di berbagai daerah.
Pemerintah mempercepat realisasi program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk mewujudkan target pembangunan dan renovasi 3 juta rumah.
Pemerintah tambah kuota FLPP 350 ribu unit. MGK Serang jadi contoh rumah subsidi berkualitas setara komersial dengan konsep hijau berkelanjutan.
Pemerintah menaikkan target kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit untuk tahun anggaran 2025
Nobu Bank resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dalam menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat atau BP Tapera menegaskan bahwa tidak ada pemotongan gaji baru bagi ASN terkait tabungan perumahan sejak 2020
BP Tapera mencatatkan lonjakan luar biasa dalam penyaluran FLPP, dengan 53.874 unit rumah disalurkan pada Kuartal I 2025, meningkat 1.173%
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved