Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang yang percaya bahwa menahan buang air kecil tidak berisiko bagi kesehatan. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh.
Menahan pipis secara berulang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan yang serius.
Buang air kecil adalah proses tubuh untuk mengeluarkan sisa limbah melalui urin. Pada umumnya, seseorang buang air kecil sekitar 6 hingga 7 kali sehari, tergantung pada beberapa faktor seperti asupan cairan dan kondisi kesehatan.
Jika sistem saluran kemih berfungsi normal, menahan pipis sesekali biasanya tidak berbahaya. Kandung kemih dewasa bisa menampung urin hingga dua gelas. Bahkan, sesekali menahan air seni dapat melatih otot kandung kemih.
Namun, jika kebiasaan menahan air kecil ini menjadi rutinitas, bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan penyakit batu ginjal. Berikut adalah lima akibat buruk dari kebiasaan menahan buang air kecil:
Infeksi Saluran Kemih (ISK) terjadi akibat penumpukan bakteri di sekitar uretra. Ketika urin tertahan, bakteri berkembang biak dan berisiko menyebabkan infeksi. ISK dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sering menahan buang air kecil dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri pada area kandung kemih. Kandung kemih memiliki kapasitas terbatas dalam menampung urin. Ketika urin ditahan terlalu lama, kandung kemih akan meregang dan menimbulkan rasa sakit. Jika kondisi ini berlangsung lama, kandung kemih bisa menjadi longgar, mengganggu kontraksi normal, dan membuat penderitanya kesulitan untuk buang air kecil tanpa bantuan kateter.
Batu ginjal terbentuk ketika kalsium dan natrium berlebih menumpuk di ginjal. Endapan mineral ini dapat membentuk batu ginjal jika tidak dikeluarkan dari tubuh. Menahan pipis dalam jangka panjang dapat memperburuk kondisi ini karena kandungan mineral dalam urin semakin terkonsentrasi, memperbesar risiko pembentukan batu ginjal.
Menahan air seni secara terus-menerus bisa menyebabkan pembengkakan pada kandung kemih sebagai respons terhadap penumpukan urin. Pembengkakan ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan menambah tekanan pada kandung kemih. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi normal kandung kemih, sehingga seseorang merasa ingin buang air kecil tetapi hanya mengeluarkan sedikit urin.
Menahan pipis dalam waktu lama juga dapat menyebabkan urin naik kembali ke ginjal, meningkatkan risiko infeksi ginjal. Infeksi ginjal adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis. Jika tidak segera diobati, infeksi ginjal dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal.
Sumber berita: Ciputra Hospital, Alodokter, Siloam Hospital
Sering buang air kecil bisa disebabkan oleh kebiasaan, makanan, cairan, atau kondisi medis. Dengan tips di atas, frekuensi bisa dikontrol
Bahaya sering menahan buang air kecil memiliki berbagai risiko kesehatan yang muncul ketika seseorang terlalu sering menunda atau menahan keinginan untuk kencing.
Fenomena honeymoon cystitis baru-baru ini menjadi perbincangan di kalangan warganet, setelah seorang pengguna TikTok @dian_salma00 mengungkapkan pengalamannya.
Pembesaran prostat atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) kerap memunculkan keluhan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama pada pria berusia di atas 60 tahun.
Kesulitan buang air kecil atau retensi urine bisa menjadi tanda masalah serius pada kandung kemih, prostat, hingga saraf.
Untuk mengantisipasi dehidrasi akibat minum kopi, ia menyarankan untuk meminum air putih untuk menjaga organ tubuh terutama ginjal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved