Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK bisa buang air kecil bukan hanya menyakitkan, tetapi juga menimbulkan rasa cemas luar biasa. Banyak orang menganggapnya sepele, padahal kondisi ini sangat berisiko.
Ahli menjelaskan, kondisi ini bisa muncul tiba-tiba dan harus segera ditangani. Jika dibiarkan, risikonya bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Kondisi ini dikenal dengan istilah retensi urine, ketika kandung kemih penuh tetapi tidak bisa kosong. Ada juga kasus ketika kandung kemih kosong, tetapi muncul rasa ingin buang air kecil.
Normalnya, urine mengalir karena otot kandung kemih berkontraksi dan saluran keluar berelaksasi. Jika salah satunya terganggu, urine tidak bisa mengalir dengan lancar.
Ada beberapa penyebab yang membuat seseorang tiba-tiba sulit buang air kecil. Pada pria penyebabnya adalah pembesaran prostat yang menekan saluran uretra. Data menunjukkan, hampir sepertiga pria usia 80 tahun pernah mengalami retensi urin akut.
Dalam sebuah studi berbasis rumah sakit terhadap pasien pria, sekitar setengahnya mengalami retensi akut. Sementara itu, sekitar 30% lainnya diketahui mengalami retensi kronis yang sering kali tidak disadari.
Pada perempuan, penyebabnya bisa karena masalah saraf atau kandung kemih yang turun. Namun, kasus retensi urine pada perempuan tergolong sangat jarang jika dibandingkan dengan pria.
Selain itu, sembelit dapat menekan kandung kemih sehingga salurannya berubah posisi dan urine sulit keluar. Obat-obatan seperti antihistamin, dekongestan, antidepresan, atau pereda nyeri juga dapat memperlambat aliran urine.
Penyebab lain, sepetti batu saluran kemih, infeksi, gumpalan darah, hingga jaringan parut yang menyumbat aliran. Penyakit saraf seperti stroke, multiple sclerosis, atau diabetes juga bisa merusak kontrol kandung kemih.
Aliran urine yang lemah memang mengganggu, tapi biasanya tidak berbahaya. Kondisi bahaya muncul jika urine benar-benar tidak keluar meski kandung kemih terasa penuh.
Jika perut kembung, nyeri hebat, dan urine tetap tidak keluar, segera cari pertolongan medis. Dokter biasanya memasang kateter untuk mengosongkan kandung kemih agar ginjal tidak rusak.
Langkah pertama dokter adalah memastikan apakah kandung kemih benar-benar penuh atau hanya terasa ingin buang air kecil. Kedua kondisi ini mirip gejalanya, tetapi cara penanganannya sangat berbeda.
Dokter biasanya menggunakan ultrasonografi untuk melihat sisa urine, tes laboratorium untuk memeriksa infeksi, hingga pemeriksaan fungsi ginjal. Jika diperlukan, dokter juga dapat melakukan sistoskopi untuk melihat sumbatan langsung.
Kesulitan buang air kecil bukan sekadar bikin tidak nyaman, tapi juga tanda serius dari tubuh. Kondisi ini bisa dipicu banyak hal, mulai dari efek obat sampai penyakit tertentu.
Jika mengalami gejala, sebaiknya segera periksa ke dokter. Penanganan cepat bisa menjaga kesehatan kandung kemih dan melindungi fungsi ginjal. (CNN/Z-2)
Sering buang air kecil bisa disebabkan oleh kebiasaan, makanan, cairan, atau kondisi medis. Dengan tips di atas, frekuensi bisa dikontrol
Bahaya sering menahan buang air kecil memiliki berbagai risiko kesehatan yang muncul ketika seseorang terlalu sering menunda atau menahan keinginan untuk kencing.
Fenomena honeymoon cystitis baru-baru ini menjadi perbincangan di kalangan warganet, setelah seorang pengguna TikTok @dian_salma00 mengungkapkan pengalamannya.
Pembesaran prostat atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) kerap memunculkan keluhan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama pada pria berusia di atas 60 tahun.
Untuk mengantisipasi dehidrasi akibat minum kopi, ia menyarankan untuk meminum air putih untuk menjaga organ tubuh terutama ginjal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved